Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

MODERASI BERAGAMA UNTUK PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA INDONESIA Salsabila Azahra; Zaenul Slam
Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 1 No. 4 (2022): Desember : Jurnal Riset sosial humaniora, dan Pendidikan
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.297 KB) | DOI: 10.56444/soshumdik.v1i4.220

Abstract

This research has the aim of knowing and studying religious moderation for the unity and integrity of the Indonesian state. This research uses a qualitative approach by describing the importance of religious moderation to maintain the unity and oneness of the Indonesian nation. This study uses the library study method where the results obtained will be described. From this study it was found that religious moderation in maintaining the unity and integrity of the Indonesian nation has a fairly important role. From the results of this study it was also found that forms of religious moderation to maintain the unity and integrity of the Indonesian nation can be implemented in everyday life including bringing an attitude of tolerance to each individual, holding deliberations to achieve common goals, having tolerance, having different thoughts. innovative and dynamic.
Pelanggaran HAM Bentuk Pengingkaran kewajiban Warga Negara: indonesia Wardati, Qotrunnada; Zaenul Slam
Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI) Vol. 1 No. 3 (2023): Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI)
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/pjpi.v1i3.459

Abstract

Pada pembahasan ini penulis menjelaskan tentang bagaimana  pengingkaran kewajiban warga negara yang merupakan bentuk dari pelanggaran HAM. Dari penjelasan ini juga dapat memberikan arti penting dari HAM bagi negara Indonesia yang merupakan hak bagi setiap warga negaranya, mereka mendapatkan hak tersebut semenjak mereka dilahirkan dan menjadi warga negara Indonesia. Serta penjelasan dari pelanggaran-pelanggaran yang terjadi di Indonesia yang merupakan wujud dari pengingkaran akan kewajiban atau tanggung jawab dari warga negara serta bentuk dari pelanggaran akan hak yang dimiliki oleh warga negara. Pada permasalahan seperti pelanggaran yang telah terjadi ini juga membuktikan bahwa perlu ditegaskan kembali akan hukum-hukum yang berlaku. Metode yang dipakai oleh penulis yaitu metode studi pustaka yaitu metode yang menggunakan cara yang berkenaan dengan menulis, membaca, ataupun mengutip tulisan dari buku, artikel
In MODEL PROJECT CITIZEN UNTUK PENGUATAN CIVIC LITERACY RESOLUSI KEKERASAN DI KAMPUS Zaenul Slam
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Vol 12 No 2 (2024): Vol 12 No 2 Mei 2024
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v12i2.5731

Abstract

Campuses as a vehicle for character education are apparently not sterile from cases of sexual violence as a result of weakening civic literacy. This research aims to find out how civic literacy in sexual violence resolution is developed through the Project Citizen (PC) model. This research uses a case study method to examine the problem of sexual violence and solve it. The research data was obtained by observation, interviews, and exploration of portfolio documents in the broadcast section and documentation section. The research results show that the PC model can develop civic literacy in sexual violence resolution for students. Apart from that, the PC model can provide independence, mutual cooperation, responsibility, critical and creative students. It is recommended to maximize the project citizen model as a learning model that can strengthen various civic literacy
National Resilience in Historical and Geostrategic Perspectives: Essence and Conception Muthia Salsabila; Zaenul Slam; Mutiara Nur Alamsyah; Hifzah Dwi Hilmi
Jurnal Lemhannas RI Vol 12 No 4 (2024)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55960/jlri.v12i4.956

Abstract

Purpose: To analyse how historical and geostrategic perspectives influence Indonesia's national resilience in overcoming domestic and global challenges. Study Design/Methodology/Approach: A qualitative descriptive-analytical method was applied by examining historical records, constitutional principles, and geostrategic frameworks related to resilience. Findings: Indonesia's resilience integrates ideology, politics, economics, socio-culture, and defence. Pancasila serves as ethical guidance, the 1945 Constitution establishes legal frameworks for security, and Archipelago Insights provide a unified geopolitical vision. Historical events confirm Indonesia's ability to resist colonialism and internal conflicts. Collaboration among societal elements is essential to counter shocks and sustain national stability. Originality/Value: This research provides a comprehensive view of resilience through historical and geostrategic lenses. It highlights the importance of cooperation across all sectors to strengthen resilience and recommends further exploration of how hate speech affects national cohesion.
MODERASI BERAGAMA UNTUK PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA INDONESIA Salsabila Azahra; Zaenul Slam
Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 1 No. 4 (2022): Desember : Jurnal Riset sosial humaniora, dan Pendidikan
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/soshumdik.v1i4.220

Abstract

This research has the aim of knowing and studying religious moderation for the unity and integrity of the Indonesian state. This research uses a qualitative approach by describing the importance of religious moderation to maintain the unity and oneness of the Indonesian nation. This study uses the library study method where the results obtained will be described. From this study it was found that religious moderation in maintaining the unity and integrity of the Indonesian nation has a fairly important role. From the results of this study it was also found that forms of religious moderation to maintain the unity and integrity of the Indonesian nation can be implemented in everyday life including bringing an attitude of tolerance to each individual, holding deliberations to achieve common goals, having tolerance, having different thoughts. innovative and dynamic.
Implementasi Tahfidz Qur'an Pendidikan Berbasis PKN 'Aisyah, Nur; Zaenul Slam
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 12 No. 2 (2024): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v12i2.55780

Abstract

Salah satu sekolah madrasah ibtidaiyah yang menujuan para penghafal Al-Qur’an ada di mi mis-almujahidah Lulusan sekolah ini bisa menghafal Juz 29 dan 30. Dalam pembelajaran Tahfidz disini kami menggunakan metode Muraja'ah agar daya ingat siswa berkembang dan terbina terutama dalam kaitannya dengan tajwid dan lantunan. Tujuannya untuk meningkatkan kemampuan anak dengan menerapkan metode talaqqi yakni menyetorkan hafalan secara langsung dan metode talaqi yakni mengulangulang hafalan. Sebagai hasil dari penelitian ini, anak-anak kelas 1 s/d 6 mis al-mujahidah mengalami peningkatan kemampuan menghafal Al Quran sehingga mampu mencapai tujuan hafalannya. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan metode Talaqi efektif dalam meningkatkan kemampuan menghafal Al-Qur'an anak kelas 1 sampai dengan kelas 6 akan diadakan wisuda tafiz  juz 30 dan juz 29 yang terbaik. 
Peran Masyarakat dalam Mengatasi Rasa Nasionalisme sebagai dasar dari Moderasi Beragama demi menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia Setya, Rakha Putra; Zaenul Slam
Civics Education and Social Science Journal (CESSJ) Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/cessj.v7i1.3235

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan Peran Masyarakat dalam Mengatasi Rasa Nasionalisme sebagai dasar dari Moderasi Beragama demi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif studi pustaka. Teknik pengumpulan data melalui studi komparasi melalui buku, jurnal, dan artikel-artikel yang ada di internet. Subjek penelitian ini adalah masyarakat Indonesia yang berperan dalam mengatasi rasa nasionalisme di Indonesia. Analisis data penelitian ini dibagi menjadi tiga tahap yaitu: pengenalan masalah, kasus dari masalah, dan upaya penanggulangan masalah. Hal ini terlihat dari: Dengan zaman yang berkembang dan sedang mengalami tahapan disintegrasi nasional menimbulkan kekhawatiran sejumlah masyarakat akan isu konflik-konflik yang ada. Salah satu penyebab utama konflik adalah beragamnya paham agama, multikultural, dan multietnis yang ada di Indonesia. Disintegrasi nasional juga salah satu ancaman yang sangat berbahaya dan dapat memecah belah sebuah bangsa karena merupakan salah satu aspek yang mengurangi rasa cinta tanah air kita sebagai dasar dari persatuan NKRI. Rasa Nasionalisme merupakan sikap yang paling utama dalam menanggulangi permasalahan moderasi beragama serta kerukunan yang ada di Indonesia.
Kontribusi Sistem Filsafat Pancasila Sebagai Peran Strategis Fundamental Dalam Kehidupan Bernegara Dzira vania putri purnomo; Lailatuzzahra; Marwah Ismail; Zaenul Slam
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 4 No. 7 (2025): Desember 2025
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jupetra.v4i7.2246

Abstract

Penelitian ini menelaah secara mendalam kedudukan Pancasila sebagai sistem filsafat bangsa yang memiliki peran strategis dan bersifat fundamental dalam kehidupan bernegara. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengkaji dan menjelaskan bagaimana Pancasila, sebagai sistem filsafat, mampu membentuk pola pikir masyarakat Indonesia serta berfungsi sebagai acuan etika dalam interaksi sosial dan pelaksanaan birokrasi negara. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode kajian kepustakaan dengan menelaah berbagai sumber tertulis, seperti dokumen sejarah, jurnal ilmiah, dan literatur akademik yang relevan, guna memahami hakikat filosofis dan aktualisasi Pancasila dalam menghadapi dinamika perkembangan zaman. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa Pancasila memiliki cakupan peran yang sangat luas dan mendasar; keberadaannya tidak terbatas sebagai simbol politik atau landasan hukum semata, melainkan juga sebagai pandangan hidup (weltanschauung) yang memadukan nilai moral, prinsip kemanusiaan, dan cita-cita kehidupan berbangsa. Dalam konteks ini, Pancasila berfungsi sebagai sistem etika yang memberikan tuntunan sikap dan perilaku, baik bagi individu maupun masyarakat secara kolektif dalam kehidupan kenegaraan. Berdasarkan temuan tersebut, penguatan dan internalisasi nilai-nilai Pancasila dalam diri setiap warga negara menjadi agenda yang mendesak dan berkelanjutan. Upaya konkret untuk merealisasikan hal ini perlu dilakukan melalui pendidikan yang berorientasi pada nilai, kebijakan pemerintah yang berkeadilan dan berpihak pada kepentingan publik, serta pembiasaan perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tujuan membangun kehidupan bernegara yang harmonis, adil, dan sejahtera dapat terwujud secara optimal.
Pancasila dalam Perspektif Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia Kirana Cinta Mentari; Mutia Rohman; Sopi Sulistiawati; Zaenul Slam
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.14074

Abstract

Pancasila, sebagai landasan dan ideologi negara Indonesia, berfungsi dasar filosofis yang mempersatukan keragaman bangsa. Secara historis, Pancasila lahir dari janji kemerdekaan Jepang pada tahun 1944, pembentukan BPUPKI pada tahun 1945, dan pidato Soekarno pada 1 Juni 1945 memperkenalkan lima prinsip Pancasila. Pada 18 Agustus 1945, Pancasila secara resmi disahkan sebagai landasan negara. Penelitian ini bertujuan menggambarkan kronologi dan evolusi makna Pancasila dalam sejarah bangsa. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan sumber utama berupa artikel ilmiah dan jurnal akademik berkaitan dengan pembentukan, nilai-nilai, dan posisi Pancasila. Pengumpulan data dilakukan melalui pencarian literatur dan dianalisis secara deskriptif dan interpretatif. Penelitian menunjukkan Pancasila berakar pada nilai-nilai pra-kemerdekaan dan merupakan konsensus mulia bangsa. Pancasila merupakan dasar filosofis, pedoman hidup, dan pemersatu bangsa Indonesia untuk melaksanakan kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.
Pancasila sebagai Landasan dan Moral Bagi Kemajuan IPTEK di Indonesia Salsabila Mahmada; Citra Annisa; Nur Afni; Zaenul Slam
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.14111

Abstract

Berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk sosial, ekonomi, dan budaya, dipengaruhi kemajuan pesat ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun, kemajuan ini membawa tantangan moral dan etika, seperti peningkatan ketidaksetaraan sosial, penyalahgunaan teknologi, dan kerusakan nilai-nilai manusia. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kepustakaan kualitatif. Penelitian menunjukkan bahwa Pancasila berfungsi sebagai acuan moral penting dalam mengarahkan pengembangan dan penerapan teknologi dan ilmu pengetahuan. Kepercayaan kepada Tuhan memastikan bahwa teknologi tidak hanya sesuai prinsip agama tetapi juga ramah lingkungan. Prinsip Kemanusiaan menekankan teknologi dan ilmu pengetahuan tidak boleh digunakan untuk eksploitasi tetapi untuk kesejahteraan manusia. Di tengah tantangan globalisasi digital, prinsip persatuan memperkuat solidaritas nasional. Sementara itu, prinsip demokrasi dan keadilan sosial menekankan tanggung jawab kolektif dan keadilan dalam kemajuan teknologi. Penerapan nilai-nilai Pancasila dalam pengembangan teknologi dan ilmu pengetahuan merupakan upaya strategis untuk mendorong kemajuan yang moral, berorientasi pada manusia, dan adil secara sosial. Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai landasan moral, tetapi juga berfungsi sebagai pelindung terhadap efek buruk dari kemajuan teknologi kontemporer.