Latar belakang: Perilaku Bullying Verbal di kalangan siswa telah menjadi isu serius di lingkungan sekolah, dengan dampak negatif pada kesehatan mental dan perkembangan psikologis korban. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara perilaku Bullying Verbal dengan tingkat kecerdasan emosional pada siswa SMPN 1 Jatinegara. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 86 siswa yang dipilih secara acak dari kelas 7, 8, dan 9. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas, dengan analisis statistik menggunakan uji Kendall’s tau. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa memiliki tingkat Bullying Verbal tinggi (68,6%) dan kecerdasan emosional tinggi (80,2%). Analisis bivariat menunjukkan hubungan positif yang signifikan antara Bullying Verbal dan kecerdasan emosional dengan koefisien korelasi = 0,389 dan nilai p-value = 0,000. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara perilaku Bullying Verbal dan tingkat kecerdasan emosional siswa SMPN 1 Jatinegara. Peneliti berpendapat bahwa peningkatan kecerdasan emosional dapat mengurangi perilaku Bullying Verbal. Tindak lanjut yang disarankan adalah program pengembangan kecerdasan emosional untuk mencegah perilaku bullying di kalangan siswa. Setelah adanya penelitian ini diharapkan siswa berada ditingkat bullying rendah karena pada dasarnya bullying yang terjadi pada siswa dapat berdampak pada kecerdasan emosional.
Copyrights © 2026