Khodijah
Universitas Bhamada Slawi

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

GEMATI Program: Reducing the Incidence of Stunting Anisa Oktiawati; Arif Rakhman; Khodijah; Ita Nur Itsna
Jurnal Berita Ilmu Keperawatan Vol. 18 No. 2 (2025): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bik.v18i2.10468

Abstract

Chronic malnutrition can cause growth and development disorders in children. This case is named stunting. Stunting is often experienced by toddlers in Indonesia. One of the main concerns of Tegal Regency Government is the high incidence of stunting. Efforts to decrease the incidence of stunting with structured interventions involving the community, especially parents who have children below two years of age. The study aimed to assess the efficacy of the Gemati program, namely the community assistance movement in Tegal Regency. The study took a quantitative approach and used a pre-experimental design with a single-group pretest-posttest design. All of the respondents were mothers of toddlers who were small in height. The sampling method was a total sampling. The study’s findings revealed an improvement in toddler mothers’ knowledge and skills in detecting and preparing a balanced nutritional menu. The government and the community must collaborate to ensure that the stunting prevention program is carried out effectively in order to reduce stunting. The government determines the policies to control stunting and protect the rights of mothers and children, increasing food security and environmental sanitation, and giving health education about stunting continually. The Gemati program has to be implemented sustainably and applied to all villages that have a high incidence of stunting so that the acceleration of handling stunting in Tegal Regency can achieve the results optimally.
Hubungan Perilaku Bullying Verbal dengan Tingkat Kecerdasan Emosional pada Siswa SMPN 1 Jatinegara Khodijah; Feny Dwi Anggraeni; Deni Irawan; Novi Aprilia Kumala Dewi; Agung Laksana Hendra Pamungkas; Muhammad Afiq Jaya Ramadhan
ASJN (Aisyiyah Surakarta Journal of Nursing) Vol 7 No 1 (2026): JULI
Publisher : P3M Universitas Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/asjn.v7i1.2481

Abstract

Latar belakang: Perilaku Bullying Verbal di kalangan siswa telah menjadi isu serius di lingkungan sekolah, dengan dampak negatif pada kesehatan mental dan perkembangan psikologis korban.  Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara perilaku Bullying Verbal dengan tingkat kecerdasan emosional pada siswa SMPN 1 Jatinegara. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 86 siswa yang dipilih secara acak dari kelas 7, 8, dan 9. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas, dengan analisis statistik menggunakan uji Kendall’s tau. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa memiliki tingkat Bullying Verbal tinggi (68,6%) dan kecerdasan emosional tinggi (80,2%). Analisis bivariat menunjukkan hubungan positif yang signifikan antara Bullying Verbal dan kecerdasan emosional dengan koefisien korelasi = 0,389 dan nilai p-value = 0,000. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara perilaku Bullying Verbal dan tingkat kecerdasan emosional siswa SMPN 1 Jatinegara. Peneliti berpendapat bahwa peningkatan kecerdasan emosional dapat mengurangi perilaku Bullying Verbal. Tindak lanjut yang disarankan adalah program pengembangan kecerdasan emosional untuk mencegah perilaku bullying di kalangan siswa. Setelah adanya penelitian ini diharapkan siswa berada ditingkat bullying rendah karena pada dasarnya bullying yang terjadi pada siswa dapat berdampak pada kecerdasan emosional.
Hubungan Riwayat Pemberian Makanan Pendamping Asi (Mp-Asi) Dan Tingkat Pendidikan Ibu Dengan Kejadian Stunting Di Desa Karangmulya Deni Irawan; khodijah; Firman Hidayat; Nurhakim Yudhi Wibowo; Feny Dwi Anggraeni; Denny Assaniroh
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan Vol 6 No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Prodi Keperawatan Tegal Program Diploma III Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/juk.v6i2.15490

Abstract

Based on the 2024 Indonesian Nutrition Status Survey (SSGI), the prevalence of stunting in Indonesia was 19.8%, while in Tegal Regency it reached 22.3% in 2022. This study aimed to examine the relationship between the history of complementary feeding (MP-ASI), maternal educational level, and stunting. This quantitative correlational study with a cross-sectional design involved 54 mothers and children aged 24–36 months selected using total sampling. Data were collected through height-for-age (HAZ) measurements based on the Z-score standard and a complementary feeding history questionnaire. Chi-square analysis showed significant associations between complementary feeding history and stunting (p = 0.001) and between maternal educational level and stunting (p = 0.040). Children of mothers with only elementary or junior high school education were at greater risk of stunting. In conclusion, both complementary feeding history and maternal educational level were significantly associated with stunting. Complementary feeding should be introduced at six months of age.