Remaja merupakan kelompok usia yang rentan mengalami tekanan psikologis akibat perubahan emosi, tuntutan sosial, dan faktor lingkungan. Ketidakmampuan dalam menghadapi tekanan tersebut dapat memengaruhi mekanisme koping yang digunakan sehingga berpotensi memunculkan ide bunuh diri. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan hubungan antara mekanisme koping dan ide bunuh diri pada remaja di SMA Negeri 1 Kintamani. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan potong lintang. Sampel penelitian terdiri atas 273 remaja berusia 14-18 tahun yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Instrumen yang digunakan meliputi The Brief Cope Inventory untuk menilai mekanisme koping dan Adult Suicidal Ideation Questionnaire untuk menilai ide bunuh diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki mekanisme koping adaptif dan sebagian besar tidak memiliki ide bunuh diri. Secara umum terdapat kecenderungan bahwa remaja dengan mekanisme koping yang lebih adaptif memiliki tingkat ide bunuh diri yang lebih rendah dibandingkan remaja dengan mekanisme koping yang kurang adaptif. Temuan ini menekankan pentingnya penguatan mekanisme koping adaptif pada remaja melalui dukungan keluarga, sekolah, dan tenaga kesehatan guna mencegah munculnya ide bunuh diri.
Copyrights © 2025