Dalam era globalisasi, pendidikan tinggi menghadapi tantangan untuk mempertahankan identitas budaya lokal sekaligus membekali mahasiswa dengan kompetensi global yang relevan. Meskipun berbagai penelitian telah membahas internasionalisasi pendidikan tinggi dan pelestarian budaya lokal secara terpisah, kajian yang mengintegrasikan bahasa Bali dan seni pertunjukan tradisional sebagai strategi penguatan pendidikan tinggi multikultural masih relatif terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi integrasi bahasa Bali dan seni pertunjukan tradisional, meliputi drama, tari, dan musik, dalam pengembangan pendidikan tinggi yang berorientasi pada nilai-nilai multikultural. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui analisis berbagai literatur ilmiah, dokumen kebijakan, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan. Data dianalisis secara deskriptif-interpretatif untuk mengidentifikasi konsep, strategi implementasi, serta kontribusi integrasi budaya lokal dalam konteks pendidikan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi bahasa Bali dan seni pertunjukan tradisional dapat diwujudkan melalui pengembangan kurikulum berbasis budaya, penguatan kegiatan ko-kurikuler dan ekstrakurikuler, penerapan pembelajaran kontekstual, serta peningkatan literasi budaya di lingkungan kampus. Strategi tersebut terbukti mampu memperkuat identitas budaya mahasiswa, meningkatkan kreativitas, kemampuan komunikasi, dan kesadaran antarbudaya, sekaligus memperkaya pengalaman akademik. Temuan ini menegaskan bahwa pelestarian budaya lokal di perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam menjaga warisan budaya, tetapi juga menjadi modal strategis untuk meningkatkan daya saing lulusan pada tingkat global.
Copyrights © 2026