ABSTRAKKelainan anggota gerak pada anak Cerebral Palsy menyebabkan mereka terbatas atau tidak dapat melakukan pola gerak yang benar. Gerakan yang dilakukan tidak ada koordinasi. Kelainan anggota gerak menyebabkan perkembangan terganggu dan terlambat. Ketika seorang anak mengalami hambatan pada tahapan perkembangan maka anak tersebut beresiko mengalami hambatan dalam belajar. Untuk mencapai perkembangan dengan optimal dan meminimalisir hambatan belajar yang dialaminya, maka diperlukan pelayanan pendidikan dalam lingkungan yang paling tidak terbatas. Pada dasarnya anak Cerebral Palsy sama dengan anak pada umumnya, membutuhkan pendidikan untuk mengembangkan potensinya secara optimal. Anggapan bahwa anak Cerebral Palsy tidak dapat mengikuti pendidikan baik yang bersifat akademis maupun non akademis, tidak selamanya dapat dibenarkan. Hal ini dapat dibuktikan dengan kemampuan yang dimiliki anak Cerebral Palsy dapat belajar menulis, membaca dan berhitung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan subjek tunggal (single subject research), yaitu suatu metode yang bertujuan untuk memperoleh data yang diperlukan dengan melihat ada tidaknya dampak/hasil yang akan terjadi dari suatu perlakuan (intervensi/treatment) yang diberikan. Sebagaimana telah diuraikan bagaimana peran gambar animasi sebagai visual support dan lagu bertema suku kata dalam meningkatkan kemampuan anak cerebral palsy dalam membaca suku kata sederhana, gambar animasipun memiliki kekurangan yaitu slide suku kata sederhana dalam gambar animasi terlalu cepat berubah dan suku kata dalam kartu bacaan ditulis dengan ukuran kecil, sehingga pada grafik baseline A-1 maupun baseline A-2 data kecenderungan stabilitasnya menunjukan variable, dapat dilihat pada grafik mean level antara baseline A-1 maupun baseline A-2 menunjukan peningkatan yang signifikan, sehingga tidak mengurangi validitas dari penelitian ini. Kata Kunci: Metode Cantol Raudhoh, Membaca Suku Kata, Cerebral Palsy
Copyrights © 2016