Kinerja tenaga non medis merupakan salah satu faktor penting yang mendukung efektivitas pelayanan rumah sakit. Namun, peningkatan tuntutan kerja yang tidak diimbangi dengan kompensasi yang memadai dapat memengaruhi kinerja pegawai, khususnya pada tenaga non medis Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompensasi dan beban kerja terhadap kinerja tenaga non medis PPPK Paruh Waktu di RSUD KHZ Musthafa Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan desain penelitian asosiatif kausal. Populasi penelitian berjumlah 81 tenaga non medis PPPK Paruh Waktu, dengan teknik sampling jenuh sehingga seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner menggunakan skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Temuan ini menunjukkan bahwa kompensasi merupakan faktor yang lebih dominan dalam meningkatkan kinerja tenaga non medis PPPK Paruh Waktu dibandingkan beban kerja. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian Job Demands-Resources Theory dan Equity Theory dalam konteks manajemen sumber daya manusia sektor kesehatan publik. Hasil penelitian mengindikasikan pentingnya kebijakan kompensasi yang adil dan proporsional untuk meningkatkan kinerja pegawai. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menambahkan variabel lain, seperti motivasi kerja, kepuasan kerja, atau kepemimpinan, guna memperoleh model yang lebih komprehensif dalam menjelaskan kinerja pegawai.
Copyrights © 2026