Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan gaya kepemimpinan transformatif kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pembelajaran di SDN 12 Sarae Kota Bima. Sekolah ini menghadapi tantangan berupa penurunan animo masyarakat yang berdampak pada sedikitnya jumlah siswa, serta mayoritas peserta didik yang berasal dari latar belakang ekonomi menengah ke bawah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan (gap) antara regulasi ideal penjaminan mutu dan realitas di lapangan, di mana kepemimpinan yang ada cenderung pasrah pada keadaan lingkungan dan bersifat administratif konvensional. Kondisi keterbatasan finansial siswa dan krisis eksistensi sekolah membutuhkan kepala sekolah yang mampu bertindak sebagai turnaround leader (pemimpin pembawa perubahan) melalui stimulasi intelektual dan motivasi inspiratif. Pengembangan kepemimpinan transformatif sangat mendesak untuk membangun ulang citra (rebranding) sekolah, memotivasi guru di tengah keterbatasan, dan mengoptimalkan mutu pembelajaran sebagai daya tarik masyarakat.
Copyrights © 2026