Kemampuan motorik halus anak usia dini merupakan fondasi penting bagi kesiapan menulis dan kemandirian, namun pembelajarannya di kelas sering kali monoton akibat dominasi metode berbasis kertas-pensil. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia dini melalui implementasi metode Montessori Practical Life. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis & McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan subjek penelitian sebanyak 20 anak. Teknik pengumpulan data mengombinasikan data kuantitatif berupa lembar ceklis skala capaian perkembangan anak (BB, MB, BSH, BSB) dan data kualitatif melalui lembar observasi aktivitas, catatan anekdot, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan motorik halus anak yang signifikan di setiap siklus. Ketuntasan klasikal belajar anak pada kondisi pra-siklus hanya sebesar 35%, kemudian meningkat menjadi 45% pada Siklus I, dan melonjak drastis hingga mencapai 80% pada Siklus II, yang berarti telah melampaui indikator keberhasilan klasikal yang ditargetkan (75%). Secara kualitatif, penerapan strategi Silent Demonstration dan Fading Scaffolding terbukti efektif mematangkan koordinasi visual-motorik serta kekuatan otot intrinsik jemari anak secara mandiri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode Montessori Practical Life efektif meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia 4-5 tahun.
Copyrights © 2026