Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul stimulasi bahasa ekspresif berbasis bermain bagi anak usia dini yang mengalami keterlambatan bicara, serta menguji kelayakan dan kepraktisan produk yang dihasilkan. Pengembangan modul dilatarbelakangi oleh temuan studi pendahuluan di tiga lembaga PAUD di Jakarta pada bulan Mei 2026, yang mengungkapkan bahwa 80% dari 40 guru belum memiliki pendekatan khusus dalam menstimulasi bahasa ekspresif, 75% dari 20 anak usia 4-5 tahun masih mengandalkan gestur dalam berkomunikasi, dan belum adanya modul praktis yang dapat dijadikan pegangan oleh guru. Metode yang digunakan adalah Design and Development (D&D) Tipe 1 dengan mengacu pada model ADDIE yang dibatasi pada empat tahapan, yaitu analisis kebutuhan melalui observasi dan kuesioner, perancangan struktur modul dan instrumen penelitian, pengembangan produk serta validasi oleh ahli materi dan ahli media, dan evaluasi melalui uji kepraktisan oleh 10 mahasiswa calon guru PAUD. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, kuesioner, lembar validasi ahli berskala Likert 1-4, dan angket kepraktisan, sementara data kuantitatif dianalisis menggunakan rumus persentase dan data kualitatif dianalisis secara deskriptif. Hasil validasi menunjukkan bahwa modul memperoleh skor 92% dari ahli materi dan 89% dari ahli media dengan kategori sangat valid, serta skor kepraktisan sebesar 89,7% dari calon guru PAUD dengan kategori sangat praktis.
Copyrights © 2026