Kemampuan mengenal huruf hijaiyah merupakan bagian dari keaksaraan awal yang penting dikembangkan pada anak usia 4–5 tahun. Namun, anak masih mengalami kesulitan membedakan huruf yang memiliki bentuk serupa karena media pembelajaran yang digunakan belum sesuai dengan karakteristik belajar mereka. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media visual analogi berbentuk flash card serta mengetahui tingkat kelayakannya. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 23–28 Juni 2026 di rumah peneliti yang berlokasi di Kota Tangerang, Banten. Subjek penelitian terdiri atas 13 anak usia 4–5 tahun dan seorang guru ngaji. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, angket validasi, dan angket respons pengguna, kemudian dianalisis menggunakan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan media memperoleh nilai validasi sebesar 88% dari ahli materi dan 88,3% dari ahli media dengan kategori sangat valid. Penggunaan media juga meningkatkan kemampuan anak dalam mengenal huruf hijaiyah. Media visual analogi berbentuk flashcard layak digunakan sebagai alternatif pembelajaran huruf hijaiyah bagi anak usia dini.
Copyrights © 2026