Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi pembelajaran IPA yang menunjukkan bahwa banyak siswa masih belum mampu menjelaskan klaim yang diyakinkan dengan dukungan bukti yang relevan. Kondisi tersebut terjadi karena pembelajaran cenderung berorientasi pada guru dan jarang menerapkan kegiatan berargumen dalam proses pembelajaran. Penelitian dilaksanakan dengan melibatkan siswa kelas VIII SMPN 10 Jember Tahun Ajaran 2025/2026, menggunakan metode kuasi eksperimen melalui pendekatan kuantitatif dengan desain nonequivalent pre-test and post-test control group design . Data penelitian diperoleh dari tes tertulis berupa pilihan ganda dan uraian, kemudian dilakukan analisis menggunakan uji penolakan dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang mengikuti pembelajaran PBL dengan pendampingan tutor sebaya memiliki argumentasi ilmiah yang lebih baik dibandingkan siswa yang belajar melalui PBL tanpa tutor sebaya. Perbedaan tersebut terbukti dari hasil analisis statistik dengan signifikansi 0,001 < 0,05. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendampingan tutor sebaya dalam pembelajaran PBL berperan positif dalam mengembangkan keterampilan argumentasi ilmiah siswa, terutama dalam menyatakan klaim
Copyrights © 2026