Akses air bersih yang sulit terjangkau dan pengelolaan distribusi yang tidak transparan menjadi tantangan utama di wilayah pedesaan, termasuk di Dusun Limbungan Utara, Desa Tamansari, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat. Pencatatan tagihan air yang kurang rapi kerap memicu konflik antara pengguna dengan pengurus air sumur bor. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengelolaan sumber daya air sumur bor dengan melakukan pendampingan pencatatan manual menjadi sistem digital berbasis Appsheet. Pendekatan yang digunakan bersifat partisipatif, dimana pengurus dilibatkan secara aktif mulai tahap identifikasi kebutuhan, uji coba, hingga evaluasi aplikasi. Implementasi aplikasi Appsheet dalam pencatatan penggunaan air terbukti meningkatkan efisiensi dan akurasi secara signifikan. Selain itu, sistem digital menciptakan transparansi data sehingga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pengurus air sumur bor. Keberhasilan program ini menegaskan bahwa transformasi digital pada komunitas dengan tingkat literasi digital yang terbatas dengan cara inklusif melalui setrategi pendampingan yang tepat serta aplikasi dirancang sesuai kebutuhan pengguna.
Copyrights © 2026