Akses teknologi yang berkembang memungkinkan anak untuk bisa masuk di ruang digital. Sayangnya, aksesibilitas ini juga membawa konsekuensi berupa risiko dan ancaman di dunia daring. Sebagai bentuk perlindungan, Kementerian PPPA meluncurkan program Informasi Layak Anak (ILA) yang dirancang sebagai pusat sekaligus tempat yang dapat menfasilitasi anak memperolah informasi yang aman. Sayangnya, ILA banyak dipahami hanya sebagai tempat, padahal orang tua memegang peranan yang signifikan dalam membantu anak mendapatkan informasi di ruang digital. Oleh sebab itu penelitian ini berusaha menjelaskan pengetahuan orang tua tentang informasi layak anak (ILA) terhadap keputusannya memberikan gawai pada anak. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif eksploratif dan melakukan wawancara kepada 16 orang tua yang memiliki anak kelas rendah di Sekolah Dasar (SD) dan telah memberikan gawai pada anaknya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Sebagian besar informan yang diwawancarai belum memahami ILA, namun pada praktiknya mereka telah melakukan sejumlah upaya untuk memastikan anak mendapatkan dampak positif dari penggunaan gawai. Selain itu orang tua juga berupaya mengatur penggunaan gawai pada anak, baik dengan menetapkan aturan dalam keluarga hingga mengalihkan perhatian ke kegiatan positif lainnya.
Copyrights © 2026