Kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan kompetensi esensial yang perlu dikembangkan pada pembelajaran matematika, khususnya pada materi fungsi linier yang menuntut pemahaman representasi dan penalaran. Namun, pembelajaran di sekolah masih menghadapi berbagai hambatan, seperti rendahnya kemampuan siswa dalam memodelkan permasalahan kontekstual, mengaitkan representasi matematika, serta minimnya media pembelajaran masih bersifat konvensional dan kurang kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji validitas media pembelajaran interaktif Etnoline bernuansa etnomatematika batik khas Blora untuk meningkatkan pada kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas VIII. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (research and development) dengan model ADDIE yang dibatasi pada tahap Analysis, Design, dan Development serta difokuskan pada uji validitas oleh ahli tanpa melibatkan uji coba kepada siswa. Prosedur pengambilan data ditempuh dengan wawancara, observasi, dan validasi ahli. Instrumen penelitian berupa lembar validasi ahli media dan ahli materi menggunakan skala empat (rentang skor 1–4, dari sangat kurang hingga sangat baik). Hasil validasi menunjukkan jika media Etnoline memperoleh skor rata-rata 3,56 dari ahli media dan 3,74 dari ahli materi dengan kategori sangat valid. Rata-rata gabungan sebesar 3,65 menunjukkan bahwa media Etnoline layak digunakan sebagai media pembelajaran matematika pada materi fungsi linier. Media Etnoline diharapkan menjadi solusi pengganti media pembelajaran yang kontekstual, bermakna, serta mendukung pengembangan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.
Copyrights © 2026