Rendahnya capaian belajar pembelajar dipicu oleh minimnya partisipasi aktif pembelajar selama aktivitas pembelajaran. Oleh karena itu, riset ini bertujuan mengidentifikasi disparitas capaian belajar matematika pada topik Pola Bilangan antara pembelajar yang mengimplementasikan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation lewat Metode Gallery Walk dengan pembelajar yang memanfaatkan model pembelajaran langsung di SMP Negeri 3 Tondano melalui pemanfaatan desain quasi eksperiment dengan Pretest-Posttest Control Group Design. Subjek riset ialah kelas VIII-A sebagai kelas eksperimen (n=20) dan kelas VIII-B sebagai kelas kontrol (n=20). Kelas eksperimen memperoleh mean tes awal 25,05 dan tes akhir 75,4 (peningkatan 50,35 poin), sementara kelas kontrol memperoleh mean tes awal 36,65 dan tes akhir 62,3 (peningkatan 25,65 poin). Instrumen terkonstruksi dari 4 soal uraian yang telah melalui validasi ahli. Uji normalitas beserta homogenitas mengindikasikan bahwa data kedua kelas terdistribusi normal dan homogen. Output uji-t independen mengindikasikan thitung = 3,732 > ttabel = 2,024 dengan sig.(2-tailed) = 0,001 < 0,05. Oleh karena itu, capaian belajar matematika pembelajar yang memanfaatkan model Group Investigation dengan metode Gallery Walk secara bermakna lebih superior dibandingkan model pembelajaran langsung.
Copyrights © 2026