Bancar, Kabupaten Tuban ditunjukkan oleh nilai rata-rata pretest yang hanya mencapai 52,76 dan tidak satu pun dari 29 siswa (0,0%) yang berhasil mencapai KKTP 70, menjadi latar belakang utama penelitian ini. Kondisi tersebut dipicu oleh dominasi pembelajaran prosedural yang minim kontekstualisasi, sehingga siswa tidak mampu membangun pemahaman konseptual yang bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan penguasaan konsep matematis siswa kelas VIII MTs Al-Mufazza sebelum dan sesudah penerapan model Contextual Teaching and Learning (CTL); (2) menganalisis efektivitas model CTL terhadap peningkatan penguasaan konsep matematis berdasarkan nilai N-Gain Hake; dan (3) mengkaji distribusi kategori efektivitas pembelajaran CTL pada tiap individu siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pretest-posttest. Subjek penelitian adalah seluruh 29 siswa kelas VIII MTs Al-Mufazza tahun pelajaran 2025/2026. Data dikumpulkan melalui tes penguasaan konsep matematis berbentuk uraian yang mencakup lima indikator: menyatakan ulang konsep, mengklasifikasi objek, memberi contoh dan bukan contoh, menyajikan representasi matematis, dan mengaplikasikan konsep dalam pemecahan masalah. Efektivitas dianalisis menggunakan rumus N-Gain Hake. Hasil menunjukkan peningkatan yang signifikan: nilai rata-rata posttest mencapai 77,76 (naik 25,00 poin dari pretest), persentase ketuntasan KKM melonjak dari 0,0% menjadi 96,6%, dan rata-rata N-Gain sebesar 0,538 (kategori sedang) dengan tidak ada siswa yang berada pada kategori N-Gain rendah. Temuan ini membuktikan bahwa model CTL efektif meningkatkan penguasaan konsep matematis siswa MTs melalui kontekstualisasi materi dengan kehidupan nyata yang mendorong konstruksi pengetahuan aktif dan bermakna. Implikasi praktis penelitian ini adalah penerapan CTL dapat direkomendasikan sebagai strategi pembelajaran matematika yang efektif di lingkungan madrasah pedesaan.
Copyrights © 2026