Penyalahgunaan narkoba masih menjadi permasalahan serius di Indonesia, dengan prevalensi mencapai 2,11% atau setara 4,15 juta penduduk pada periode 2022–2025. Tingginya angka penyalahgunaan narkoba diikuti oleh tingginya risiko relapse, yang mencapai lebih dari 70% pada tahun 2023. Craving merupakan salah satu faktor utama pemicu relapse, sedangkan kontrol diri berperan penting dalam mengelola craving. Namun, media psikoedukasi yang dapat membantu klien memperkuat kontrol diri secara mandiri di luar sesi rehabilitasi masih terbatas. Oleh karena itu, dikembangkan buklet LAMPU: Langkah Menuju Pulih sebagai media psikoedukasi pendamping konseling rehabilitasi untuk membantu klien mengelola craving. Penelitian ini bertujuan mengetahui validitas isi buklet LAMPU sebagai media psikoedukasi pendamping konseling rehabilitasi untuk mengelola craving pada klien penyalahguna narkoba. Penelitian menggunakan metode Research and Development dengan model 3D (define, design, develop). Data diperoleh dari hasil validasi expert judgement yang dipilih secara purposive, yaitu psikolog peminatan klinis, konselor adiksi, caregiver penyalahguna narkoba, dan ahli penyusunan media edukasi. Analisis data menggunakan Aiken's V dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan buklet LAMPU memperoleh rentang skor Aiken's V sebesar 0,6875–1,00 pada seluruh aspek penilaian, meliputi kelayakan materi, kebahasaan, tampilan keseluruhan, dan panduan penggunaan buklet (PELITA), yang seluruhnya berkategori tinggi hingga sangat tinggi dan dinyatakan valid oleh validator. Dengan demikian, buklet LAMPU: Langkah Menuju Pulih dinyatakan valid secara isi. Melalui penelitian ini, buklet LAMPU diharapkan dapat digunakan sebagai media psikoedukasi pendamping konseling rehabilitasi maupun secara mandiri sebagai upaya pencegahan relapse pada klien rehabilitasi narkoba.
Copyrights © 2026