Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan realitas pengajaran bahasa Arab bagi penutur non-Arab pada jenjang pascasarjana di Jurusan Pendidikan Bahasa Arab, Sekolah Pascasarjana Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Indonesia dan Universitas Islam Internasional Malaysia, mengungkap persamaan dan perbedaan di antara keduanya, serta mengusulkan kurikulum yang lebih baik bagi pengajaran bahasa Arab pada jenjang ini. Pengajaran bahasa Arab bagi penutur non-Arab pada jenjang pascasarjana berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, khususnya di negara-negara Islam yang tidak berbahasa Arab, namun studi perbandingan yang secara khusus menyasar jenjang ini masih sangat terbatas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis-komparatif dengan desain studi kasus perbandingan (comparative case study), melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi lapangan, dan analisis dokumen terhadap dosen dan mahasiswa di kedua universitas; data dianalisis mengikuti model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña (reduksi data, penyajian data, penarikan dan verifikasi kesimpulan) dengan bantuan perangkat lunak NVivo, dan keabsahannya diperiksa melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua universitas mengadopsi metode langsung dalam pengajaran dengan perbedaan dalam penerapannya, di mana Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim menitikberatkan pada keseimbangan empat keterampilan berbahasa, sedangkan Universitas Islam Internasional Malaysia menitikberatkan pada penelitian ilmiah dan analisis linguistik. Penelitian ini menyimpulkan perlunya mengintegrasikan keterampilan berbahasa dengan penelitian ilmiah dalam program pascasarjana, serta mengusulkan kurikulum terpadu yang memadukan aspek teoretis dan praktis.
Copyrights © 2026