Artikel ini mengkaji pemikiran akhlak dan tasawuf Imam Al-Ghazali sebagai landasan konseptual pendidikan karakter Islam dalam menghadapi problem moral kontemporer berupa hedonisme. Hedonisme dipahami sebagai kecenderungan orientasi hidup yang menempatkan kesenangan duniawi sebagai tujuan utama, sehingga berdampak pada melemahnya integritas moral dan spiritual peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur terhadap sumber primer karya Al-Ghazali, khususnya Ihya’ ‘Ulum al-Din, serta sumber sekunder berupa buku dan artikel jurnal ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsep tazkiyat al-nafs, keseimbangan antara akal, nafsu, dan qalb, serta integrasi ilmu dan amal dalam pemikiran Al-Ghazali memiliki relevansi kuat untuk dijadikan basis pengembangan pendidikan karakter Islam di sekolah, pesantren, dan perguruan tinggi. Dengan demikian, pemikiran Al-Ghazali tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga aplikatif dalam menjawab tantangan moral pendidikan Islam kontemporer.
Copyrights © 2026