Penelitian ini berfokus pada peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membangun tanggung jawab digital siswa di era kecerdasan buatan (AI). Latar belakang penelitian ini muncul dari tantangan etis dan moral yang dihadapi dunia pendidikan akibat kemajuan teknologi, di mana peserta didik rentan terhadap perilaku digital yang tidak bertanggung jawab. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus di SMA Muhammadiyah 18 Jakarta. Subjek penelitian terdiri dari dua guru PAI yang dipilih secara purposive karena keterlibatan mereka dalam pembelajaran berbasis teknologi. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI berperan sebagai pembimbing moral, motivator spiritual dan teladan etika digital dalam membentuk karakter siswa. Tanggung jawab digital ditanamkan melalui integrasi nilai amanah, pembiasaan perilaku etis, serta penggunaan teknologi secara reflektif dan religius. Temuan ini sejalan dengan penelitian dan yang menekankan pentingnya literasi digital berbasis nilai Islam dalam menghadapi era AI. Penelitian ini menyimpulkan bahwa guru PAI memiliki peran strategis dalam menjembatani nilai-nilai spiritual dengan kecakapan digital, sehingga mampu melahirkan generasi yang berakhlak, cerdas dan bertaggung jawab di dunia maya
Copyrights © 2026