Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PELATIHAN SEHAT: CEMILAN, DAN JUS UNTUK MENINGKATKAN HEMOGLOBIN PADA SISWI SMA 59 JAKARTA Nurul Azmah Nikmatullah; Euis Purbasari; Adia Putra Wirman; Oktadio Erikardo; Hurip Budi Riyanti; Anang Rohwiyono
Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan (JPMB), Februari 2026
Publisher : Yayasan Nusa Cendekia Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64020/jpmb.v2i1.33

Abstract

Iron deficiency anemia is still a common health problem among teenage girls in Indonesia, including senior high school students. This condition can make students feel tired easily, have difficulty concentrating in class, and experience decreased productivity and overall quality of life. This community service program was designed to help students at SMA Negeri 59 Jakarta better understand anemia and learn practical ways to prevent it. The program focused on teaching them how to choose and prepare healthy snacks and juices made from local foods that are rich in iron and other nutrients that help the body produce hemoglobin. The activities included interactive nutrition education sessions and hands-on demonstrations on how to make simple, affordable, and nutritious snacks and juices that students can easily prepare at home. Through this program, students are expected to develop healthier eating habits. Ultimately, this initiative is hoped to become a practical promotive and preventive effort to reduce the risk of anemia among adolescent girls.
ANALISIS TRANSFORMASI KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM DI MADRASAH DAN PESANTREN PADA ERA DIGITAL Tubagus Aria; Anang Rohwiyono
Pekerti: Journal Pendidikan Islam dan Budi Pekerti Vol. 8 No. 1 (2026): FEBRUARY
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam, IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58194/pekerti.v8i1.7300

Abstract

Lembaga pendidikan Islam saat ini menghadapi ketegangan kritis antara mempertahankan nilai tradisional "kitab kuning" dengan tekanan disrupsi digital yang tidak terelakkan. Penelitian ini menganalisis transformasi kurikulum di madrasah dan pesantren, dengan menyoroti hambatan ideologis dan teknis yang muncul dalam masa transisi. Menggunakan pendekatan studi pustaka yang reflektif, temuan menunjukkan bahwa meskipun integrasi digital sangat mendesak bagi daya saing lulusan, banyak lembaga mengalami "kegagapan" institusional dan rendahnya literasi digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa jika pendidikan Islam tidak segera beralih dari metode konvensional yang statis menuju strategi adaptif-inklusif, terdapat risiko besar lembaga ini akan tergilas oleh sistem pendidikan sekuler yang lebih melek teknologi.
Pendidikan Karakter di Era Artificial Intelligence: Peran Guru PAI dalam Membangun Tanggung Jawab Digital Siswa Laura Aprilia Sukma; Anang Rohwiyono
TADBIR MUWAHHID Vol. 10 No. 1 (2026): Tadbir Muwahhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jtm.v10i1.23138

Abstract

Penelitian ini berfokus pada peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membangun tanggung jawab digital siswa di era kecerdasan buatan (AI). Latar belakang penelitian ini muncul dari tantangan etis dan moral yang dihadapi dunia pendidikan akibat kemajuan teknologi, di mana peserta didik rentan terhadap perilaku digital yang tidak bertanggung jawab. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus di SMA Muhammadiyah 18 Jakarta. Subjek penelitian terdiri dari dua guru PAI yang dipilih secara purposive karena keterlibatan mereka dalam pembelajaran berbasis teknologi. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI berperan sebagai pembimbing moral, motivator spiritual dan teladan etika digital dalam membentuk karakter siswa. Tanggung jawab digital ditanamkan melalui integrasi nilai amanah, pembiasaan perilaku etis, serta penggunaan teknologi secara reflektif dan religius. Temuan ini sejalan dengan penelitian dan yang menekankan pentingnya literasi digital berbasis nilai Islam dalam menghadapi era AI. Penelitian ini menyimpulkan bahwa guru PAI memiliki peran strategis dalam menjembatani nilai-nilai spiritual dengan kecakapan digital, sehingga mampu melahirkan generasi yang berakhlak, cerdas dan bertaggung jawab di dunia maya
MENGUNGKAP NILAI-NILAI MODERASI ISLAM MELALUI SEJARAH ZAMAN KEEMASAN ISLAM: ISLAMIC GOLDEN AGE Sabri L Saude; Anang Rohwiyono; Antony Zeniyus Vernandes; Fauzan Hakami
Ilmuna: Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam Vol. 8 No. 2 (2026): in Press
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam STIT al Urwatul Wutsqo Bulurejo Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54437/ilmuna.v8i2.3746

Abstract

The Islamic Golden Age, particularly during the Abbasid Dynasty, was marked by the advancement of science and knowledge through translation, the exchange of knowledge, interfaith and intercultural collaboration, and the support of various scholarly institutions. However, studies on Islamic moderation and studies on the development of science and knowledge during that period still tend to proceed separately. This study aims to identify and analyze the manifestations of Islamic values of moderation in the production and transmission of knowledge during the Abbasid period and to explain the relationship between moderation and the development of Islamic civilization. The study employs a qualitative approach using a narrative literature review method to analyze eight scholarly articles discussing the translation movement, interfaith collaboration, scholarly institutions, the transmission of knowledge, and the values of wasatiyyah. The data were analyzed using thematic content analysis, which involved the stages of in-depth reading, coding, cross-source comparison, and narrative synthesis. The research findings indicate that Islamic moderation can be understood as a civilizational practice with three main dimensions: epistemic moderation through a critical and transformative openness toward various traditions of knowledge; socio-religious moderation through collaboration between Muslim and non-Muslim scholars; and institutional moderation through patronage, libraries, hospitals, scholarly assemblies, and educational networks. These three dimensions contributed to shaping a knowledge ecosystem that supported the production, exchange, and development of scientific knowledge. Nevertheless, the practice of moderation during the Abbasid period continued to unfold within a context of social hierarchy, competition, conflict, and dependence on political power. Thus, Islamic moderation can be understood not only as an individual attitude but also as a civilizational practice that allows for the productive management of diverse knowledge and actors to support the advancement of science and the sustainability of intellectual traditions.
Projek Digital PAI Dalam Penanaman Nilai Kejujuran dan Amanah Pada Siswa SMA Muhammadiyah Tanti Hadijah; Anang Rohwiyono
TARLIM : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol. 9 No. 2 (2026): Tarlim : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/tarlim.v9i2.6141

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran PAI berbasis projek digital dalam menanamkan nilai kejujuran dan amanah pada siswa SMA Muhammadiyah 4 Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan. Pengumpulan data yang dilakukan melalui observasi terhadap kegiatan pembelajaran, wawancara dengan guru PAI dan siswa, serta dokumentasi berupa hasil Projek digital, tugas siswa, dan perangkat pembelajaran yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran PAI berbasis projek digital mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menarik, aktif dan tidak monoton. Siswa tidak hanya menerima materi PAI Secara teoritis, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pembelajaran melalui kegiatan projek yang menuntut keterlibatan, kreativitas dan tanggung jawab. Nilai kejujuran terlihat dari sikap siswa dalam mengerjakan projek secara mandiri, tidak menyalin karya orang lain, serta mencantumkan sumber referensi yang digunakan. Sementara itu, nilai amanah tercermin dari kesungguhan siswa dalam menyelesaikan tugas tepat waktu, mematuhi aturan yang telah ditetapkan dan menjaga kepercayaan guru dalam pelaksanaan projek, baik secara individu maupun kelompok. Selain itu, pembelajaran PAI berbasis projek digital juga memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter siswa, seperti meningkatnya kedisiplinan, kerjasama dan sikap bertanggung jawab dalam penggunaan teknologi. Dengan demikian, pembelajaran PAI berbasis projek digital dapat menjadi salah satu strategi pembelajaran yang efektif untuk menanamkan nilai kejujuran dan amanah sekaligus membentuk karakter siswa sesuai dengan nilai-nilai Islam di era digital.