Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular kronis yang menjadi kontributor utama morbiditas dan mortalitas global. Penggunaan obat antihipertensi yang tidak rasional berpotensi menurunkan efektivitas terapi dan memperburuk luaran klinis pasien. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pola penggunaan antihipertensi dan mengevaluasi rasionalitasnya pada pasien rawat jalan di rumah sakit X Kepulauan Riau berdasarkan empat kriteria: tepat indikasi, tepat pasien, tepat obat, dan tepat dosis. Studi observasional non-eksperimental dengan desain retrospektif dilaksanakan pada periode Juli-September 2024. Sebanyak 220 rekam medis dipilih melalui systematic random sampling dan dievaluasi menggunakan JNC 8, AHA/ACC 2017, ISH 2020, dan Pharmacotherapy Handbook DiPiro edisi ke-10. Hasil menunjukkan regimen dominan adalah kombinasi dua obat Amlodipin–Candesartan (24,55%), diikuti kombinasi tiga obat Amlodipin-Candesartan-Bisoprolol (16,36%). Evaluasi rasionalitas memperoleh tepat indikasi 100%, tepat pasien 97,50%, tepat obat 78,64%, dan tepat dosis 99,09%. Temuan ini menegaskan perlunya audit farmakoterapi berkelanjutan dan penguatan kolaborasi klinisi apoteker untuk mengoptimalkan terapi antihipertensi.
Copyrights © 2026