Latar Belakang: Pasien geriatri dengan stroke menghadapi risiko tinggi terhadap Potentially Inappropriate Prescribing (PIP) dan Potential Prescribing Omissions (PPO) akibat multimorbiditas dan polifarmasi. Proses pemantauan terapi obat (PTO) secara manual menggunakan kriteria STOPP/START v3 memerlukan waktu lama dan rentan terhadap kesalahan manusia. Rumusan Masalah: Bagaimana pengembangan dan performa aplikasi SMART-Review berbasis kriteria STOPP/START dalam mendeteksi PIP dan PPO pada pasien geriatri stroke ditinjau dari kecepatan dan akurasi dibandingkan metode manual? Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengembangkan aplikasi SMART-Review sebagai Clinical Decision Support System (CDSS) berbasis STOPP/START v3, mengukur efisiensi waktu deteksi melalui pendekatan Value Stream Mapping (VSM), serta menilai performa diagnostiknya. Metode: Penelitian deskriptif dengan pendekatan pengembangan perangkat lunak menggunakan metode Research and Development (R&D) dan model System Development Life Cycle (SDLC), meliputi analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi prototipe, uji kegunaan terbatas, serta uji validitas diagnostik pada 194 pasien geriatri stroke. Hasil: SMART-Review berhasil mendeteksi 192 kasus PIP dan 9 kasus PPO. Implementasi aplikasi meningkatkan efisiensi waktu kerja dengan menurunkan lead time dari 35 menit 48 detik menjadi 5 menit 39 detik (85,71%). Uji validitas menunjukkan sensitivitas 98,91% dan akurasi 93,30% untuk deteksi PIP, serta spesifisitas 77,78% untuk PPO. Kesimpulan: SMART-Review efektif mempercepat telaah klinis secara konsisten dan akurat serta layak diintegrasikan ke rekam medis elektronik guna meningkatkan keselamatan pasien geriatri. Saran: Integrasi rekam medis elektronik, fitur analisis terapi, dan uji coba lebih luas diharapkan meningkatkan akurasi, kecepatan, dan komprehensivitas pelayanan farmasi klinis geriatri.
Copyrights © 2026