Perkembangan media sosial di era digital memberikan dampak signifikan terhadap kehidupan Generasi Z, baik secara positif maupun negatif. Salah satu dampak yang semakin sering muncul adalah fenomena overthinking, yaitu kecenderungan berpikir secara berlebihan yang berulang dan sulit dikendalikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara overthinking dan kesehatan mental pada Generasi Z dalam konteks penggunaan media sosial. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan mengkaji berbagai sumber literatur ilmiah yang relevan. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai fenomena yang diteliti. Hasil kajian menunjukkan bahwa media sosial memiliki peran besar dalam memicu overthinking melalui perbandingan sosial, kebutuhan akan validasi, serta paparan informasi yang berlebihan. Kondisi ini berdampak pada kesehatan mental, seperti meningkatnya kecemasan, stres, dan gangguan emosional lainnya. Overthinking yang tidak dikelola dengan baik juga dapat menurunkan produktivitas dan kualitas hidup individu. Oleh karena itu, diperlukan upaya preventif seperti peningkatan literasi kesehatan mental, pengelolaan penggunaan media sosial, serta pengembangan kemampuan regulasi emosi. Kesimpulannya, overthinking merupakan ancaman psikologis yang perlu mendapat perhatian serius, terutama di kalangan Generasi Z, agar kesejahteraan mental tetap terjaga di tengah perkembangan teknologi digital.
Copyrights © 2026