Keterbatasan lahan dan belum optimalnya pemanfaatan pekarangan menjadi tantangan dalam meningkatkan ketahanan pangan dan pendapatan keluarga di wilayah pedesaan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam menerapkan urban farming tanaman herbal bernilai ekonomi sebagai upaya pemberdayaan di Bissoloro, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Kegiatan merupakan bagian dari rangkaian pengabdian bertema Sinergi Multidisiplin yang diselenggarakan Program Pascasarjana Universitas Megarezky bersama Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Program Pascasarjana pada 25–26 Juni 2026. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi interaktif, serta demonstrasi dan praktik langsung penanaman tanaman herbal pada media terbatas seperti polibag dan wadah bekas. Materi mencakup pemilihan tanaman herbal bernilai ekonomi seperti jahe merah, kunyit, serai, kencur, kelor, dan lidah buaya, teknik budi daya sederhana, serta peluang pengolahan dan pemasaran produk turunannya. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme dan partisipasi peserta yang tinggi serta meningkatnya pemahaman mengenai manfaat kesehatan dan potensi ekonomi tanaman herbal. Sosialisasi urban farming terbukti menjadi pendekatan yang relevan untuk mendorong kemandirian pangan keluarga sekaligus membuka peluang penghasilan tambahan. Kegiatan direkomendasikan untuk dilanjutkan dengan pendampingan berkala hingga tahap pengolahan dan pemasaran produk.Kata kunci: urban farming; tanaman herbal; nilai ekonomi; pemberdayaan masyarakat
Copyrights © 2026