Perkembangan Jatinangor sebagai kawasan pendidikan tinggi berdampak pada peningkatan signifikan volume sampah rumah tangga, kos mahasiswa, dan aktivitas komersial di sekitarnya, sementara kapasitas pengelolaan yang ada masih terbatas. Situasi ini diperparah oleh keterbatasan fasilitas pembuangan akhir, praktik pembakaran sampah, serta belum menguatnya kelembagaan komunitas lingkungan di sekitar kampus. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan membentuk komunitas peduli sampah di lingkungan Ikopin University Jatinangor melalui rangkaian sosialisasi, pelatihan manajemen komunitas, dan pendampingan penyusunan program kerja komunitas. Metode yang digunakan meliputi pemetaan awal aktor dan kondisi pengelolaan sampah, penyampaian materi sosialisasi mengenai isu persampahan dan ekonomi sirkular, pelatihan pengorganisasian dan tata kelola komunitas, serta lokakarya perumusan struktur organisasi dan rencana kerja komunitas. Hasil kegiatan menunjukkan terbentuknya komunitas peduli sampah yang merepresentasikan sivitas akademika dan perwakilan masyarakat sekitar, dilengkapi rumusan visi–misi, struktur pengurus, serta rencana kerja tahunan yang mencakup edukasi, pemilahan sampah di sumber, pengembangan bank sampah kampus, dan kemitraan dengan koperasi maupun UMKM pengolah sampah. Peningkatan pengetahuan dan sikap peserta terhadap pengelolaan sampah teridentifikasi melalui perbandingan hasil uji sebelum dan sesudah pelatihan, serta melalui testimoni yang menegaskan pergeseran cara pandang terhadap sampah sebagai sumber daya bernilai ekonomi. Program ini menunjukkan bahwa penguatan kapasitas komunitas berbasis kampus dapat berkontribusi pada perbaikan praktik pengelolaan sampah, pengembangan ekonomi sirkular lokal, dan pencapaian SDGs 11 dan 12.
Copyrights © 2026