Pembangunan jalan angkut di area pertambangan nikel membutuhkan tanah dasar yang kuat dan stabil untuk mendukung kegiatan pengangkutan alat berat. Namun, berdasarkan hasil uji CBR di Jalan Angkut Utama 112 Zona 2 Proyek Pertumbuhan Indonesia (IGP) Bahodopi Blok 2 & 3 milik PT Vale Indonesia, nilai CBR tanah dasar ditemukan di bawah standar teknis yang dipersyaratkan. Di sisi lain, proses penghancuran agregat menggunakan Stone Crusher menghasilkan material limbah (Limbah Stone Crusher) dalam jumlah besar yang belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi pemanfaatan Limbah Stone Crusher sebagai material alternatif untuk perbaikan tanah dasar dalam konstruksi jalan angkut.Metode penelitian ini melibatkan pengumpulan sampel Limbah Penghancur Batu dan tanah asli dari lokasi proyek, diikuti dengan serangkaian uji laboratorium yang meliputi analisis saringan, berat jenis, kadar air, kadar butiran halus, batas Atterberg, Standar Proctor, dan uji CBR. Komposisi campuran divariasikan pada 25%, 50%, 75%, dan 100% Limbah Penghancur Batu untuk menentukan proporsi yang paling efektif dalam meningkatkan sifat fisik dan mekanis tanah dasar.Hasil uji menunjukkan bahwa campuran yang mengandung 75% Limbah Penghancur Batu dan 25% tanah asli memberikan kinerja terbaik dalam hal nilai CBR dan kepadatan kering maksimum. Oleh karena itu, Limbah Penghancur Batu dianggap cocok untuk digunakan sebagai material urugan dalam perbaikan tanah dasar untuk jalan angkut.
Copyrights © 2025