Wilayah pesisir merupakan kawasan dengan kerentanan tinggi terhadap bencana seperti tsunami, banjir rob, dan abrasi. Studi ini bertujuan menganalisis penerapan prinsip Build Back Better (BBB) dalam pemulihan pascabencana di kawasan pesisir Indonesia. Dengan menggunakan metode studi literatur dari berbagai jurnal dan dokumen kebijakan, kajian ini membandingkan pendekatan pemulihan di Banda Aceh, Palu, dan Serang. Hasil menunjukkan bahwa implementasi BBB mencakup peningkatan desain struktur bangunan, penataan tata guna lahan berbasis multi bencana, penguatan sistem sosial dan ekonomi, serta pentingnya regulasi dan pemantauan berkelanjutan. Meski terdapat keberhasilan, masih ditemukan tantangan seperti lemahnya koordinasi antar pemangku kepentingan, kurangnya indikator kuantitatif dalam evaluasi, serta terbatasnya keterlibatan masyarakat lokal dalam perencanaan. Oleh karena itu, penerapan BBB harus lebih terintegrasi, adaptif, dan inklusif untuk mewujudkan kawasan pesisir yang tangguh dan berkelanjutan di masa depan.Kata kunci: Build Back Better, pemulihan bencana, kawasan pesisir, pengurangan risiko, pemantauan dan evaluasi.
Copyrights © 2025