Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran guru sebagai motivator dalam penanaman nilai nasionalisme, mengidentifikasi hambatan yang dihadapi, serta merumuskan solusi yang dapat diterapkan di SMP Raudhatul Irfan Rawamerta. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan terdiri atas satu guru dan empat siswa. Data utama diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur; jawaban keempat siswa dianalisis sebagai rangkuman lintas-informan dan dibandingkan dengan keterangan guru. Analisis dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menjalankan peran motivator melalui keteladanan dalam upacara, penyisipan pesan cinta tanah air, cerita perjuangan pahlawan, penggunaan video sejarah, diskusi, serta pelibatan siswa dalam peringatan hari besar nasional. Upaya tersebut mendorong kedisiplinan, penghormatan terhadap simbol negara, dan ketertarikan belajar sejarah, meskipun dampaknya belum merata. Hambatan utama meliputi keterbatasan waktu pembelajaran, variasi metode yang belum konsisten, rendahnya minat sebagian siswa, dominasi penggunaan gawai dan media sosial, serta terbatasnya kegiatan kebangsaan di luar kelas. Solusi yang diperlukan mencakup pembiasaan pesan kebangsaan secara singkat dan rutin, penggunaan pembelajaran interaktif, penguatan program sekolah, peningkatan kompetensi guru, serta keterlibatan orang tua. Dengan demikian, peran guru sebagai motivator efektif ketika dilaksanakan secara konsisten, kontekstual, dan didukung oleh ekosistem sekolah serta keluarga. Temuan ini menegaskan pentingnya kolaborasi berkelanjutan dalam pendidikan karakter kebangsaan siswa.
Copyrights © 2026