Lusiana Rahmataiani
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

THE ROLE OF TEACHERS AS MOTIVATORS IN INSTILLING NATIONALISM VALUES AMONG STUDENTS AT SMP RAUDHATUL IRFAN RAWAMERTA Muhammad Mahyan Maliki; Tarpan Suparman; Lusiana Rahmataiani
Journal Civics And Social Studies Vol. 10 No. 1 (2026): Vol 10 No 1 Tahun 2026
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/1mq4w366

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran guru sebagai motivator dalam penanaman nilai nasionalisme, mengidentifikasi hambatan yang dihadapi, serta merumuskan solusi yang dapat diterapkan di SMP Raudhatul Irfan Rawamerta. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan terdiri atas satu guru dan empat siswa. Data utama diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur; jawaban keempat siswa dianalisis sebagai rangkuman lintas-informan dan dibandingkan dengan keterangan guru. Analisis dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menjalankan peran motivator melalui keteladanan dalam upacara, penyisipan pesan cinta tanah air, cerita perjuangan pahlawan, penggunaan video sejarah, diskusi, serta pelibatan siswa dalam peringatan hari besar nasional. Upaya tersebut mendorong kedisiplinan, penghormatan terhadap simbol negara, dan ketertarikan belajar sejarah, meskipun dampaknya belum merata. Hambatan utama meliputi keterbatasan waktu pembelajaran, variasi metode yang belum konsisten, rendahnya minat sebagian siswa, dominasi penggunaan gawai dan media sosial, serta terbatasnya kegiatan kebangsaan di luar kelas. Solusi yang diperlukan mencakup pembiasaan pesan kebangsaan secara singkat dan rutin, penggunaan pembelajaran interaktif, penguatan program sekolah, peningkatan kompetensi guru, serta keterlibatan orang tua. Dengan demikian, peran guru sebagai motivator efektif ketika dilaksanakan secara konsisten, kontekstual, dan didukung oleh ekosistem sekolah serta keluarga. Temuan ini menegaskan pentingnya kolaborasi berkelanjutan dalam pendidikan karakter kebangsaan siswa.