Koperasi Wanita Jasmine Sejahtera di Desa Pelawad menghadapi tantangan signifikan dalam pengembangan usaha, terutama terkait pengelolaan manajerial yang masih tradisional, rendahnya pemahaman mengenai perlindungan hukum produk, serta keterbatasan literasi digital. Kondisi ini menghambat daya saing anggota dalam pasar yang semakin kompetitif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat ekonomi lokal melalui peningkatan kapasitas manajerial, legalitas usaha, dan transformasi digital bagi anggota koperasi. Metode pendekatan yang digunakan adalah metode partisipatif yang melibatkan 30 anggota aktif. Tahapan pelaksanaan meliputi pelatihan Business Model Canvas (BMC), pendampingan pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI), serta workshop literasi keuangan dan digital. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap pemetaan strategi bisnis sebesar 50%, peningkatan kesadaran hukum dan HKI sebesar 60%, serta kenaikan literasi keuangan dan digital sebesar 50%. Implikasi program ini berhasil mengubah pola pengelolaan koperasi dari model tradisional menuju struktur yang lebih profesional. Secara jangka panjang, penguatan aspek manajerial dan legalitas ini berkontribusi langsung pada peningkatan daya saing produk lokal serta keberlanjutan ekonomi koperasi wanita di tingkat desa.
Copyrights © 2026