Hipertensi merupakan penyebab kematian tertinggi keempat di Indonesia. Ramuan jamu menjadi salah satu terapi alternatif yang dipilih karena dinilai lebih aman, memiliki efek samping minimal, dan terjangkau. Penelitian mengenai efektivitas jamu semakin banyak dilakukan untuk memperoleh pembuktian ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan keberhasilan terapi ramuan jamu dalam bentuk kapsul dan rebusan terhadap penurunan tekanan darah pasien hipertensi di Klinik Saintifikasi Jamu Hortus Medicus. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan kohort retrospektif. Populasi merupakan pasien hipertensi tanpa penyakit penyerta yang memenuhi kriteria inklusi. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Sampel terdiri dari 60 pasien yang dibagi menjadi dua kelompok. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square dan Uji Independet t – test. Hasil uji Chi -square didapatkan nilai P value 0.02 < 0,05 untuk ramuan jamu dalam bentuk kapsul dan nilai P value 0,03 < 0,05 untuk ramuan jamu dalam bentuk rebusan yang artinya terdapat pengaruh penggunaan ramuan jamu terhadap keberhasilan terapi pasien hipertensi. Hasil Independent t-test diperoleh nilai sig. 0,04 < 0,05 yang artinya terdapat perbedaan bermakna antara penggunaan ramuan jamu dalam bentuk kapsul dan rebusan. Ramuan jamu dalam bentuk rebusan menunjukan hasil yang lebih optimal dalam menurunkan tekanan darah dibandingkan ramuan jamu dalam bentuk kapsul. Ramuan jamu dalam bentuk kapsul berhasil menurunkan tekanan darah sebanyak 60% sedangkan ramuan jamu dalam bentuk rebusan sebanyak 86,7%.
Copyrights © 2026