Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERBANDINGAN KEBERHASILAN TERAPI RAMUAN JAMU KAPSUL DAN REBUSAN PASIEN HIPERTENSI DI KLINIK SAINTIFIKASI JAMU HORTUS MEDICUS Arsita Angraini Putri Ciawaty; Hartono; Retnowati Adiningsih
Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy) Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy), April 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional & Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.373013/yddpg884

Abstract

Hipertensi merupakan penyebab kematian tertinggi keempat di Indonesia. Ramuan jamu menjadi salah satu terapi alternatif yang dipilih karena dinilai lebih aman, memiliki efek samping minimal, dan terjangkau. Penelitian mengenai efektivitas jamu semakin banyak dilakukan untuk memperoleh pembuktian ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan keberhasilan terapi ramuan jamu dalam bentuk kapsul dan rebusan terhadap penurunan tekanan darah pasien hipertensi di Klinik Saintifikasi Jamu Hortus Medicus. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan kohort retrospektif. Populasi merupakan pasien hipertensi tanpa penyakit penyerta yang memenuhi kriteria inklusi. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Sampel terdiri dari 60 pasien yang dibagi menjadi dua kelompok. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square dan Uji Independet t – test. Hasil uji Chi -square didapatkan nilai P value 0.02 < 0,05 untuk ramuan jamu dalam bentuk kapsul dan nilai P value 0,03 < 0,05 untuk ramuan jamu dalam bentuk rebusan yang artinya terdapat pengaruh penggunaan ramuan jamu terhadap keberhasilan terapi pasien hipertensi. Hasil Independent t-test diperoleh nilai sig. 0,04 < 0,05 yang artinya terdapat perbedaan bermakna antara penggunaan ramuan jamu dalam bentuk kapsul  dan rebusan. Ramuan jamu dalam bentuk rebusan menunjukan hasil yang lebih optimal dalam menurunkan tekanan darah dibandingkan ramuan jamu dalam bentuk kapsul. Ramuan jamu dalam bentuk kapsul berhasil menurunkan tekanan darah sebanyak  60% sedangkan ramuan jamu dalam bentuk rebusan sebanyak 86,7%.
EVALUASI PENYIMPANAN OBAT DAN ALAT KESEHATAN DI APOTEK REJEKI LESTARI Indria Purnama; Anita Mursiany; Hartono; Retnowati Hartono
Jurnal Kesehatan Yamasi Makassar Vol 10 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan
Publisher : Akademi Farmasi Yamasi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59060/4ck4zb88

Abstract

Penyimpanan obat dan alat kesehatan merupakan aspek penting dalam pelayanan kefarmasian karena berhubungan langsung dengan mutu, keamanan serta keselamatan pasien. Penyimpanan obat dan alat kesehatan di apotek Rejeki Lestari belum mempunyai lemari terpisah untuk obat High Alert Medication (HAM) dan obat kadaluwarsa, serta belum mempunyai pendingin ruangan (AC). Hasil stok opname bulan Februari 2025 menemukan sebanyak 10 sediaan obat yang rusak dan kedaluwarsa sehingga menimbulkan kerugian. Untuk itu perlu dilakukan evaluasi penyimpanan berdasarkan standar Permenkes RI Tahun 2019. Penelitian menggunakan metode observasi deskriptif melalui pengamatan langsung. Instrument pengukuran  menggunakan lembar checklist untuk mengetahui kesesuaian penyimpanan obat dan alat kesehatan berdasarkan Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek Kemenkes RI tahun 2019. Sampel penelitian sebanyak 351 item yang terdiri dari 302 obat dan 49 alat Kesehatan. Pengambilan data dilakukan pada bulan Mei 2025. Data dianalisis secara deskriptif dengan menghitung persentase kesesuaian penyimpanan terhadap standar. Hasil penelitian menunjukkan aspek penyimpanan secara keseluruhan telah sesuai standar sebanyak 21 indikator, terdapat 4 indikator belum memenuhi standar penyimpanan. Yang belum memenuhi kesesuaian penyimpanan adalah  belum terdapat pendingin ruangan untuk menjaga suhu ruangan, belum terdapat lemari penyimpanan untuk obat High Alert Medication (HAM) dan untuk obat yang telah kadaluwarsa serta rusak obat rusak. Kesimpulannya, sistem penyimpanan di Apotek Rejeki Lestari sangat baik dengan presentase 84%, namun perlu dilakukan perbaikan pada aspek pemisahan obat beresiko tinggi