Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat gambaran regulasi emosi pada guru sekolah luar biasa (SLB) Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek pada penelitian ini merupakan guru SLB Autisma YPPA Padang sebanayk 3 orang. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi, Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi emosi sangat penting bagi guru SLB dalam menghadapi tantangan mengajar anak berkebutuhan khusus (ABK). Faktor-faktor yang mempengaruhi regulasi emosi meliputi kondisi siswa, pengalaman mengajar, dukungan sosial, dan kepribadian guru. Guru SLB menggunakan strategi seperti situation selection, situation modification, attentional deployment, cognitve change dan response modulation. Dampak positif dari regulasi emosi yang baik termasuk peningkatan efektivitas pembelajaran, kesejahteraan guru, dan hubungan yang harmonis dengan siswa.
Copyrights © 2026