Kebutuhan energi listrik telah menjadi kebutuhan fundamental yang mendukung berbagai aktivitas masyarakat, sektor industri, dan perkantoran. Seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan jumlah penduduk, permintaan energi listrik di Indonesia terus meningkat setiap tahun. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pemerintah mengembangkan berbagai program infrastruktur ketenagalistrikan, termasuk pembangunan pembangkit listrik berkapasitas 35.000 MW guna meningkatkan keandalan dan efisiensi sistem pembangkitan. Dalam upaya tersebut, evaluasi kinerja pembangkit listrik tenaga gas menjadi penting untuk memastikan pemanfaatan energi yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja turbin gas pada Unit G10 berdasarkan parameter kerja kompresor, kerja turbin, efisiensi termal siklus, dan Specific Fuel Consumption (SFC). Analisis dilakukan menggunakan data temperatur operasi pada titik masuk dan keluar kompresor serta turbin. Nilai entalpi udara dihitung melalui interpolasi data sifat gas ideal, sedangkan entalpi gas hasil pembakaran ditentukan menggunakan pendekatan panas jenis produk pembakaran. Selanjutnya dilakukan perhitungan rasio udara-bahan bakar (air-fuel ratio), laju aliran massa udara, kerja kompresor, kerja turbin, panas masuk sistem, efisiensi termal, dan konsumsi bahan bakar spesifik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio udara-bahan bakar sebesar 0,3579 dengan laju aliran massa udara 0,31932 kg/s. Kerja kompresor yang dihasilkan sebesar 76,32 kW, sedangkan kerja turbin mencapai 841,93 kW. Energi panas yang masuk ke dalam sistem sebesar 1764,86 kJ/kg menghasilkan efisiensi termal siklus sebesar 47,7%. Selain itu, nilai SFC yang diperoleh sebesar 3,81 kg/kWh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Unit G10 memiliki kinerja termodinamika yang baik dalam mengonversi energi panas menjadi energi mekanik, sehingga berpotensi mendukung operasi pembangkit listrik yang efisien, andal, dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026