Penerapan model Problem Based Learning (PBL) di dalam pembelajaran memerlukan persiapan yang matang, terutama bagi guru. Tanpa persiapan yang matang, model PBL tidak akan terlaksana secara maksimal. Hal ini yang menyebabkan beberapa guruenggan untuk menggunakan model PBL karena diangap menghabiskan banyak waktu dalam persiapan dan kegiatan pembelajaran. PBL mengajarkan peserta didik untuk belajar melalui pemecahan masalah yang autentik dan relevan dalam pembelajaran sehari-hari. Ketika peserta didik diberi tantangan yang menarik, mereka akan termotivasi untuk mencari solusi dengan cara yang kreatif. Dalam pembelajaran bahasa Indonesia, metode ini sangat cocok untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam berkomunikasi secara efektif dan memahami konteks bahasa yang berbeda. Penerapan model PBL tentu memiliki kesulitan. Kesulitan yang diteui oleh guru SDS IT Nurul Yakin, diantaranya mengenai komponen orientasi masalah, mengorganisasikan, membimbing penyelidikan, mengembangkan dan menyajikan laporan hasil karya, serta menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Situasi tersebut membuat kepala sekolah merasa perlu untuk diadakannya sosialisasi dan edukasi mengenai model PBL dalam mata pelajaran bahasa Indonesia di SDS IT Nurul Yakin.
Copyrights © 2026