Masalah pemerataan pendidikan dasar di daerah terpencil antara lain dipecahkan dengan pengadaan SMP Satu Atap, yaitu SMP yang didirikan dalam satu pengelolaan dengan SD yang telah ada. Matapelajaran muatan lokal (mulok) di SMP Satu Atap menjadi sangat strategis karena siswa banyak belajar dari lingkungannya. Namun, rendahnya kompetensi profesional guru muatan lokal, menjadikan matapelajaran tersebut sebagai pelengkap yang sering dikorbankan. Melalui pelatihan pra-vocational skills untuk pembelajaran muatan lokal yang berbasis potensi lingkungan, kompetensi profesional guru akan meningkat. Kegiatan ini dilakukan dengan metode magang di tempat kerja oleh guru muatan lokal dan dilanjutkan dengan pendampingan praktik pembelajaran dari hasil magang. Hasilnya dapat disimpulkan: (1) metode pelatihan dengan cara magang dapat meningkatkan kompetensi profesional guru muatan lokal Prakarya; (2) pemilihan tempat magang yang sesuai dengan keterampilan yang dibutuhkan, ketersediaan sarana pelatihan yang memadai, kedekatan jarak antara tempat magang dengan tempat tinggal guru, serta ketersediaan biaya magang dan transportasi menjadi penentu daya tarik dan semangat guru dalam mengikuti pelatihan; (3) jenis pra-vocational skills berbasis potensi lingkungan yang dilatihkan adalah keterampilan kerajinan dan pengolahan; (4) hasil pelatihan menjadi bekal efektif untuk membelajarkan pra-vocational skills kepada siswa, dan pembelajaran dengan materi yang menarik dari hasil magang menjadi pendorong motivasi siswa dalam belajar keterampilan; dan (5) produk karya siswa hasil pembelajaran muatan lokal dapat menjadi produk unggulan sekolah yang dapat dipamerkan ke masyarakat umum.
Copyrights © 2018