p-Index From 2021 - 2026
8.545
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Ilmu Pendidikan Jurnal Pendidikan Vokasi Cakrawala Pendidikan Pedagogi: Jurnal Ilmu Pendidikan Jurnal Visi Ilmu Pendidikan Publikasi Pendidikan Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Jurnal Manajemen & Supervisi Pendidikan Ilmu Pendidikan: Jurnal Kajian Teori dan Praktik Kependidikan Al Ishlah Jurnal Pendidikan EDUHUMANIORA: Jurnal Pendidikan Dasar Tadbir : Jurnal Studi Manajemen Pendidikan Jurnal Moral Kemasyarakatan Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan al-Afkar, Journal For Islamic Studies JMKSP (Jurnal Manajemen, Kepemimpinan, dan Supervisi Pendidikan) Jurnal Basicedu J-MPI (Jurnal Manajemen Pendidikan Islam) Istawa: Jurnal Pendidikan Islam JTP - Jurnal Teknologi Pendidikan JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika) Education and Human Development Journal Jurnal Karinov JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (JMPIS) Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran International Journal of Educational Research and Social Sciences (IJERSC) Indonesian Collaboration Journal of Community Services (ICJCS) Journal of Disruptive Learning Innovation (JODLI) Indonesian Community Journal Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian English Language Teaching Journal Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Rahmatan Lil’alamin Journal of Community Services (RLA) Jurnal Basicedu Pancaran Pendidikan Proceedings Series of Educational Studies Kasyafa: Jurnal Pendidikan Agama Islam EDUKASIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam JPP (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran) Abdimas Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Komparasi Sistem Pendidikan Indonesia dan Finlandia Adha, Maulana Amirul; Gordisona, Saverinus; Ulfatin, Nurul; Supriyanto, Achmad
Tadbir : Jurnal Studi Manajemen Pendidikan Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/jsmp.v3i2.1102

Abstract

Education currently occupies a very important position in human development. The quality of the Finnish educational system is interesting to study because its success has been recognized worldwide. This study provides an overview of the comparison of the education systems of the countries of Indonesia and Finnish. The method used in this study is literature study. The results of the study show several differences, (1) Indonesia's educational system is colored by many competitions while Finnish puts forward the principle of equality; (2) Indonesia has a system of failing a grade and student ranking, Finnish has?nt failing a grade and ranking system; (3) Indonesia load learning every week +/- 40 hours, Finnish lessons +/- 30 hours per week; (4) Indonesia learns a lot in class, Finnish puts forward problem solving methods; (5) Indonesia assignments almost become a routine agenda every face to face, Finnish does not burden students with a lot of tasks, (6) Indonesia minimum teacher qualifications D4, Finnish minimum teacher qualifications S2 (Master), (7) Indonesian qualifications students enter basic education for at least 6 years (5.5 years accompanied by written recommendations from professional psychologists), Finnish qualifications for students entering basic education for at least 7 years.
Budaya Sekolah Berwawasan Lingkungan pada Sekolah Adiwiyata Mandiri Bayu Indra Permana; Nurul Ulfatin
Ilmu Pendidikan: Jurnal Kajian Teori dan Praktik Kependidikan Vol 3, No 1 (2018): June 2018
Publisher : Faculty of Education Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.883 KB) | DOI: 10.17977/um027v3i12018p011

Abstract

Abstract: The purpose of this research is to know: (1) environmental school culture in independent adiwiyata school, that is school culture activity with environment insight and organizing school culture with environment insight; (2) to identify the values contained in an environmentally sound school culture at independent school; and (3) to describe the effort of preserving environmental school culture in independent adiwiyata school. This research uses qualitative approach. The research was conducted in two schools namely SMK Negeri 1 Turen and SMK Negeri 1 Malang. Data sources include principals, teachers, adiwiyata coordinators, and students. The data collection procedure used is observation, interview, and documentation. Data analysis used is data analysis in site and cross-site data analysis. The results show that schools have implemented an environmentally sound school culture that is shown by the existence of a school policy, curriculum, activity, and infrastructure that support school culture. Organizing in an environmentally sound school culture is indicated by a division of tasks, socialization, and implementation of activities, and the presence of monitoring and evaluation. The values contained in an environmentally sound school culture that is the value of environmental care, the value of environmental love, and the value of achievement spirit. The preservation is done by carrying out all the activities that have been there before. Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) budaya sekolah berwawasan lingkungan pada sekolah adiwiyata mandiri, yaitu kegiatan budaya sekolah berwawasan lingkungan dan pengorganisasian budaya sekolah berwawasan lingkungan; (2) mengidentifikasi nilai-nilai yang terkandung dalam budaya sekolah berwawasan lingkungan pada sekolah adiwiyata mandiri; dan (3) mendeskripsikan upaya pelestarian budaya sekolah berwawasan lingkungan pada sekolah adiwiyata mandiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian dilaksanakan di dua sekolah yaitu SMK Negeri 1 Turen dan SMK Negeri 1 Malang. Sumber data yaitu kepala sekolah, guru, koordinator adiwiyata, dan siswa. Prosedur pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu analisis data dalam situs dan analisis data lintas situs. Hasil penelitian menunjukkan sekolah telah mengimplementasikan budaya sekolah berwawasan lingkungan yang ditunjukkan dengan adanya suatu kebijakan, kurikulum, kegiatan, dan sarana prasarana sekolah yang mendukung budaya sekolah. Pengorganisasian dalam budaya sekolah berwawasan lingkungan ditunjukkan dengan adanya suatu pembagian tugas, sosialisasi, dan pelaksanaan kegiatan, serta adanya monitoring dan evaluasi. Nilai-nilai yang terkandung dalam budaya sekolah berwawasan lingkungan yaitu nilai peduli lingkungan, nilai cinta lingkungan, dan nilai semangat berprestasi. Pelestarian tersebut dilakukan dengan cara melaksanakan seluruh kegiatan yang telah ada sebelumnya.
Jender dan Manajemen Sekolah: Suatu Analisis Wawasan Sistem tentang Jabatan Manajerial Nurul Ulfatin
Ilmu Pendidikan: Jurnal Kajian Teori dan Praktik Kependidikan Vol 25, No 1 (1998)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gender and School Management: An Analysis of the System of Managerial Positions. It has been necessary to study gender issues continously since women dominated schools as teachers, especially in terms of their promotion for managerial positions. The main problem of women’s promotion is on the term gender itself, which is a stereotype resulted from a ‘masculine’ culture. Men and women are then perceived differently in their managerial positions: women face more obstacles than men. Some models which can be used to explain the obstacles are women position, discrepancy, and meritocracy models, in addition to the organization structure and the psychological view. In a study, the obstacles would not be apparent unless qualitative paradigm with micro-subjective scope were utilized. Therefore, employing a case study method for investigation would make it possible to reveal the obstacles faced by women more comprehensively.
Kesiapan Guru, Sarana, dan Prasarana Madrasah Ibtidaiyah (MI) dalam Pelaksanaan Wajib Belajar Ruminiati Ruminiati; Nurul Ulfatin; Muhammad Syafrawi; Sultoni Sultoni; Djazimah Djazimah
Ilmu Pendidikan: Jurnal Kajian Teori dan Praktik Kependidikan Vol 24, No 1 (1997)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan Madrasah Ibtidaiyah (MI) dalam melaksanakan wajib belajar dilihat dari komponen guru, sarana dan prasarana. Sampel penelitian sebanyak 44 sekolah/kepala sekolah dan 206 guru MI yang tersebar di wilayah kecamatan Singosari, Pujon, Bantur, dan Tajinan Kabupaten Malang. Data dikumpulkan dengan angket, wawancara dan observasi, dan hasilnya dianalisis dengan statistik rerata (mean). Hasilnya menunjukkan bahwa komponen guru cukup siap melaksanakan wajib belajar, sedangkan komponen sarana dan prasarana belum siap dalam mewujudkan pelaksanaan wajib belajar.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan Madrasah Ibtidaiyah (MI) dalam melaksanakan wajib belajar dilihat dari komponen guru, sarana dan prasarana. Sampel penelitian sebanyak 44 sekolah/kepala sekolah dan 206 guru MI yang tersebar di wilayah kecamatan Singosari, Pujon, Bantur, dan Tajinan Kabupaten Malang. Data dikumpulkan dengan angket, wawancara dan observasi, dan hasilnya dianalisis dengan statistik rerata (mean). Hasilnya menunjukkan bahwa komponen guru cukup siap melaksanakan wajib belajar, sedangkan komponen sarana dan prasarana belum siap dalam mewujudkan pelaksanaan wajib belajar.
Implikasi Bias Jender terhadap Manajemen Sumber Daya Manusia di Lembaga Pendidikan Dasar Bercirikan Agama Nurul Ulfatin
Ilmu Pendidikan: Jurnal Kajian Teori dan Praktik Kependidikan Vol 27, No 2 (2000)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Implications of Gender Bias for Human Resource Development Management in Education Institution Characterized by Religion. The study aimed at describing gender bias and exploring its implications for human resource development management in education institution having religious characteristics. This qualitative case study involved Sunan Kalijaga Islamic Elementary School at Malang. The data were collected through in-depth interview, observation, and documentation study. The results of qualitative analyses indicate that in such education institution exists gender bias, which is reflected not in physical conditions but in human life within the institution. Gender bias is reflected in the implementation of outside-classroom activities, which might influence the teaching-learning process, and has effect on management, mainly management of human resource development and leadership.
Kerjasama dalam Pengambilan Keputusan: Tinjauan Teoretis dalam Organisasi Sekolah Nurul Ulfatin
Ilmu Pendidikan: Jurnal Kajian Teori dan Praktik Kependidikan Vol 22, No 1 (1995)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerjasama adalah bentuk interaksi sosial yang di dalamnya sekelompok orang menyadari bahwa mereka memiliki kepentingan yang sama. Dalam organisasi, kerjasama dapat terlihat pada salah satu prinsip administrasi. Kerjasama ini dapat diterapkan dalam pengambilan keputusan, yaitu dalam merumuskan masalah, mengidentifikasi alternatif, menentukan kriteria, menguji alternatif, dan menetapkan keputusan. Dalam organisasi sekolah, kerjasama dalam pengambilan keputusan melibatkan kepala sekolah dan guru. Bentuk kerjasamanya dapat dibedakan menjadi dua, yaitu cara individual dan cara kelompok. Cara kelompok lebih banyak memiliki kelebihan daripada cara individual.
Analisis Komparasi Sistem Pendidikan Indonesia dan Finlandia Maulana Amirul Adha; Saverinus Gordisona; Nurul Ulfatin; Achmad Supriyanto
Tadbir : Jurnal Studi Manajemen Pendidikan Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.427 KB) | DOI: 10.29240/jsmp.v3i2.1102

Abstract

Education currently occupies a very important position in human development. The quality of the Finnish educational system is interesting to study because its success has been recognized worldwide. This study provides an overview of the comparison of the education systems of the countries of Indonesia and Finnish. The method used in this study is literature study. The results of the study show several differences, (1) Indonesia's educational system is colored by many competitions while Finnish puts forward the principle of equality; (2) Indonesia has a system of failing a grade and student ranking, Finnish hasnt failing a grade and ranking system; (3) Indonesia load learning every week +/- 40 hours, Finnish lessons +/- 30 hours per week; (4) Indonesia learns a lot in class, Finnish puts forward problem solving methods; (5) Indonesia assignments almost become a routine agenda every face to face, Finnish does not burden students with a lot of tasks, (6) Indonesia minimum teacher qualifications D4, Finnish minimum teacher qualifications S2 (Master), (7) Indonesian qualifications students enter basic education for at least 6 years (5.5 years accompanied by written recommendations from professional psychologists), Finnish qualifications for students entering basic education for at least 7 years.
Urgensi Landasan Yuridis-Politis dalam Kebijakan Pendidikan di Indonesia Bagus Rachmad Saputra; Darmaji Darmaji; Ahmad Supriyanto; Nurul Ulfatin
Pedagogi: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 20 No 2 (2020): Pedagogi: Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/pedagogi.v20i2.784

Abstract

The writing of this article aims to find out the juridical and political foundations in education, as the basis of the implementation and legitimacy of the implementation of the education policy itself. The juridical-political foundation becomes a strong legal basis in guiding the implementation of education in accordance with the mandate of the law to educate the life of the nation. The writing of this article uses a literature study approach which examines theories that are relevant to the juridical and political foundation in education and policy implementation at the level of the central government, regional government, to the education unit level. The writing of this article can be a reference for the implementation of learning in educational institutions related to educational policies that are based on juridical and political foundations.
Peningkatan Produktivitas Guru Muda dengan Pembiasaan Menulis Best Practice Ber-Mindset Riset pada Guru SMK di Kota Malang Amat Mukhadis; Nurul Ulfatin; Andika Bagus Nur Rahma Putra
Jurnal KARINOV Vol 4, No 1 (2021): Januari
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v4i1p%p

Abstract

Permasalahan urgent para guru meliputi para “guru muda” yang mengajar sangat serba terbatas dari segi keaktifan mereka menulis dan menghasilkan karya ilmiah. Banyak guru yang melakukan malpractice untuk mengatasi ketidak-mampuan menulis karya ilmiah, kurang cukupnya pengetahuan, komitmen dan penerapan berbagai aspek tentang menulis karya ilmiah, dikarenakan kurang ada kesempatan mengikuti pelatihan terkait karya ilmiah, dan tidak adanya tim instruktur pada keorganisasian sekolah yang berfungsi membina para “guru muda” melakukan aktifitas untuk menghasilkan karya ilmiah. Metode pelatihan terbaru, yaitu  “in-1,on, in-2” yang merupakan hasil merge antara kegiatan study, action, dan follow-up digunakan dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini. Kegiatan ini melibatkan guru muda (usia maksimal 55 tahun dengan golongan pangkat 3a-d) di  SMK yang ada di Kota Malang. Kegiatan dilakukan selama 6x8 jam tatap muka dan kegiatan pendampingan dan konsultasi secara online dengan waktu sesuai kebutuhan. Hasil dari kegiatan ini meliputi: (1) kegiatan yang dilakukan pada pengabdian kepada masyarakat ini yaitu pra-pelatihan, kegiatan analisis pre-research, kegiatan research (tahap “on”), kegiatan post-research, pelatihan dan pendampingan, dan evaluasi pasca kegiatan; (2) pelaksanaan pembiasaan menulis best practice ber-mindset riset pada guru SMK di Kota Malang terbukti mampu meningkatkan produktivitas guru muda SMK; dan (3) para peserta menghasilkan produk luaran berupa best practice yang siap disubmit pada kompetisi best practice tingkat regional dan nasional.Kata kunci— best practice, guru muda, guru SMK , penulisan karya ilmiah AbstractThe urgent issue for teachers includes “young teachers” who teach very limited things in terms of their active writing and producing scientific works. Many teachers do malpractice to overcome the inability to write scientific papers, insufficient knowledge, commitment and application of various aspects of writing scientific papers, due to the lack of opportunities to take part in training related to scientific work, and the absence of a team of instructors in school organizations that function to foster students. "Young teachers" carry out activities to produce scientific work. The newest training method, namely "in-1, on, in-2" which is the result of a merge between study, action and follow-up activities is used in this Community Service activity. This activity involves young teachers (maximum age 55 years with rank 3a-d) in SMK in Malang City. Activities carried out for 6x8 hours face to face and online mentoring and consultation activities according to the time needed. The results of this activity include: (1) activities carried out in this community service, namely pre-training, pre-research analysis activities, research activities (“on” stage), post-research activities, training and mentoring, and post-activity evaluation. ; (2) the implementation of writing best practice with a research mindset on vocational high school teachers in Malang is proven to be able to increase the productivity of young vocational school teachers; and (3) participants produce output products in the form of best practices that are ready to be submitted in regional and national best practice competitions.Keywords— best practice, young teachers, vocational school teachers, writing scientific papers
CULTIVATING MARINE LEADERSHIP CHARACTER THROUGH MULTICULTURAL BOARDING-SCHOOL SYSTEM Aan Fardani Ubaidillah; Ibrahim Bafadal; Nurul Ulfatin; Achmad Supriyanto
Jurnal Cakrawala Pendidikan Vol 39, No 1 (2020): CAKRAWALA PENDIDIKAN, VOL. 39, NO. 1, FEBRUARY 2020
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.586 KB) | DOI: 10.21831/cp.v39i1.28344

Abstract

The internalization of character values in the boarding-schools should ideally be designed to answering the challenges of the context of Indonesia as a multicultural country. This study aims to reconstruct the character cultivation through the multicultural boarding school system as an internalization model of marine leadership characters. This study employed a single-holistic case study in a Senior High School of Taruna Nala, East Java, Indonesia, that implemented a boarding school system. The data collection was conducted through in-depth interviews, participant observation, and documentary analysis, and the results was presented interactively. The data sources studied were determined by purposive sampling and snowball sampling. The data validity was tested with four criteria: credibility, dependability, confirmability, and transferability. This study found that the character of maritime leadership is the reponsive (tanggap), tough (tanggon), and agile (trengginas) as unique-intelligent characters that must be mastered by senior high schools in Indonesia as a maritime country. To make it happens, the internalization of character values can be done through a cultivation model, like in planting, consisting of: (1) determining the goals, (2) the seeds selection, (3) land cultivation, (4) planting the seeds, (5) maintenance, and (6) fertilization. The model is carried out in full through the boarding system education system.
Co-Authors Aan Fardani Ubaidillah Achdiat, Andri Achmad Supriyanto Adhe Kusuma Pertiwi Afika Nur Jannah Afika Nur Jannah Agus Timan Agustina, Gina Ahmad Shiddiq Ahmad Shiddiq Ahmad Supriyanto Ahmat Hanafi Akbar Diazahputra, Muhammad Ali Imron Ali Imron Ali Imron Alma'idah Hayuning Sesanti Amat Mukhadis Amat Mukhadis Amat Mukhadis Mukhadis Andika Bagus Nur Rahma Putra Andika Bagus Nur Rahma Putra, Andika Bagus Nur Rahma Andri Achdiat Aniqoh, Wajihatul Anisatussholihah, Nur Annisa Widiarti Arin Ika Puspitaningsih Ariyanti, Nova Syafira Asep Sunandar Ashar, Muhammad Asmawan, Moh. Chairil Asri Widiatsih Awalia Habibatuz Zahro Ayu Anindya Rasyad Ayu Anindya Rasyad Aziza, Nur Azizah, Nadia Nur Azizah, Novita Nurul Azizatus Zahro Bagus Rachmad Saputra Bambang Budi Wiyono Bayu Indra Permana Burhanuddin Burhanuddin Burhanuddin Burhanuddin Crispina Reni Yuniatiningtyas Crispina Reni Yuniatiningtyas Darmaji Darmaji Darmaji Darmaji Darmaji, Darmaji Dedi Prestiadi Desi Eri Kusumaningrum Desy Dwi Akhadiyah Devi Mariana Dianna Ratnawati Dianna Ratnawati Djazimah Djazimah Djum Djum Noor Benty Eddy Sutadji Elvia Baby Shahbana Erviana Erviana Erviana Erviana Farida Nur Kumala Fauzan Fauzan Fa’iz Nur Abdillah Frizkania Lutfi Annisa Fira Gordisona, Saverinus Habiddin Hanna Ayu Rahmawati Hanna Ayu Rahmawati Hikmah, Luluk Zahrotul Ibrahim Bafadal Ilham Mayudho Imam Gunawan, Imam Imamuddin Imamuddin Imron Arifin Imron Arifin Ina Suryanti Ina Suryanti Irwan, Andreas Setiadi Iskandar Ladamay Iskandar Ladamay Iskandar Ladamay, Iskandar Iva Dwi Hartanti Juharyanto Juharyanto Karkono Karkono Lee Ming Foong Lilis Suryani Octavia Lina Lina Lina Lina Lina Lina Liza Ainurrosidah Made Duananda Kartika Degeng Mahfudi Sahly Subandi Maisyaaroh Maisyaroh Maulana Amirul Adha Mawangi, Puteri Ardista Nursisda Mayudho, Ilham Meyana, Yulanda Elis Milla Rahayu Moh. Chairil Asmawan Muhammad Syafrawi Mukhlisin, Muhammad Khoirul Mustiningsih Muyassaroh Muyassaroh Nabiela, Himmaya Syahnas Nabila Shofana Narmayani Niku, Elpipres Muhammad Nova Syafira Ariyanti Novita Nurul Azizah Nur Amaliyah Hanum Nurabadi, Ahmad Penni Desti Arini Penni Desti Arini Puteri Ardista Nursisda Mawangi Rachmat Satria Raden Bambang Sumarsono RAHMA DEWI, ZAQIA Rahma, Lailatul Rima Rahma Zen Rima Rahma Zen Rody Putra Sartika Ruminiati Ruminiati Sa'diyah, Ikrinatus Saidah Saidah Saputra, Bagus Rachmad Saverinus Gordisona Shofana, Nabila Sindy Mulia Eka Sirojul Munir, Ahmad Siti Aminatun Watora Sjaifullah, Farid Wadjdi SRI RAHAYU Sri Rahayu Sri Rahayu Subandi Subandi Sultoni Sultoni Sultoni Sultoni, Sultoni Sunarni Sunarni Sunarni Surjani Wonorahardjo Susanti, Romia Hari Syam, Aldo Redho Syamsul Hadi Tamara, Nadiya Erike Tee Tze Kiong Tee, Tze Kiong Teguh Triwiyanto Teti Setiawati Tuwoso Varelasiwi, Retno Shiama Vika Ardianti Vivi Nindiantika Wahyudi, Antonius Eko Wajihatul Aniqoh Wildan Zulkarnain, Wildan Wiwik Handayani Yusuf Sobri, Ahmad Zein, Nafisah Zoga Adipratama