Program pendidikan seksual (sex education) yang dilaksanakan di SD Negeri Sempu 2 Kota Serang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kewaspadaan siswa kelas 6 (usia 11-13 tahun) mengenai kesehatan reproduksi, privasi tubuh, dan pencegahan kejahatan seksual di era digital. Latar belakang program dilatarbelakangi oleh maraknya fenomena perilaku pacaran dini dan indikasi child grooming yang dipengaruhi penggunaan gawai tanpa pengawasan. Metode pelaksanaan program menggunakan pendekatan partisipatif edukatif melalui dua pertemuan, yang meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, dan penggunaan media visual. Evaluasi program dilakukan dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test, serta angket respon peserta. Hasil program menunjukkan peningkatan pemahaman peserta yang signifikan, dengan rata-rata nilai post-test (85,42) meningkat 28,64 poin dari pre-test (56,78). Sebanyak 92% peserta menyatakan lebih memahami konsep tubuh pribadi, batasan privasi, dan langkah-langkah perlindungan diri. Analisis pembahasan mengungkap bahwa keberhasilan program didukung oleh metode pembelajaran yang adaptif, kolaborasi dengan pihak sekolah, serta penciptaan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Kendala yang dihadapi antara lain keterbatasan waktu dan kesulitan mempertahankan fokus peserta, yang memberikan masukan berharga untuk perbaikan program serupa di masa depan. Program ini tidak hanya berhasil meningkatkan literasi kesehatan reproduksi siswa, tetapi juga membentuk perilaku protektif dan keberanian untuk melaporkan tindakan tidak nyaman. Rekomendasi yang diajukan antara lain integrasi materi serupa ke dalam kurikulum sekolah, pelibatan orang tua secara sistematis, dan pengembangan media pembelajaran yang lebih interaktif. Program ini membuktikan bahwa pendidikan seksual yang terstruktur dan sesuai usia dapat menjadi strategi efektif untuk mencegah kekerasan seksual pada anak di lingkungan sekolah dasar.
Copyrights © 2025