Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Efektivitas Program Baca Tulis Ceria dalam Meningkatkan Pemahaman Mitigasi Bencana Gunung Meletus pada Peserta Didik di PKBM Amaluna Shahnaz El Jasmine Nizar; Astaning Dwi Safitri; Ratu Zahwa Sayyidina; Fitri Pertiwi; Surya Safarudin Al-Anshori
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal Vol 12, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Magister Pendidikan Nonformal Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/aksara.12.2.131-139.2026

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Program Baca Tulis Ceria dalam meningkatkan pemahaman mitigasi bencana gunung meletus pada peserta didik di PKBM Amaluna. Penelitian dilaksanakan pada 22 Oktober 2025 dengan pendekatan kuantitatif deskriptif menggunakan desain one-group pretest-posttest. Populasi penelitian adalah peserta didik Paket A kelas 4–6 sebanyak 12 orang yang seluruhnya dijadikan sampel (total sampling). Instrumen penelitian berupa pretest dan postest dengan pilihan ganda berjumlah 10 soal yang mengukur pemahaman tentang penyebab, tanda-tanda, dan langkah mitigasi bencana gunung meletus. Analisis data dilakukan dengan menghitung rata-rata dan persentase peningkatan nilai pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada seluruh indikator pemahaman setelah penerapan program. Sebelum perlakuan, beberapa peserta masih keliru memahami konsep dasar mitigasi, sedangkan setelah mengikuti kegiatan Baca Tulis Ceria seluruh peserta mampu menjawab benar seluruh butir soal posttest. Hal ini membuktikan bahwa pembelajaran berbasis literasi yang menyenangkan dan kontekstual efektif meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta kesiapsiagaan peserta didik terhadap potensi bencana di lingkungan sekitar.
Pemberdayaan Keluarga melalui Sekolah Parenting: Upaya Mengurangi Ketergantungan Gawai pada Anak Fitri Pertiwi; Herlina Siregar
Jurnal Pengabdian Nasional (JPN) Indonesia Vol. 7 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STMIK Indonesia Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63447/jpni.v7i2.1830

Abstract

Children's dependence on digital devices has become a serious issue affecting their cognitive, social, emotional, and physical development. Low levels of digital parenting literacy within families further worsen the situation, necessitating interventions focused on empowering parents through systematic educational approaches. The community service activity aimed to enhance families' capacity to manage healthy device use through a Parenting School program implemented in Kampung Bojong Neros. The method employed was a participatory approach consisting of preparation, implementation, evaluation, and follow-up stages. The program involved 15 families (15 parents and 15 school-aged children) conducted over three consecutive days through educational sessions and collaborative family practices. Quantitative evaluation revealed a significant increase in parents' understanding scores from 48% to 82%, while children's scores increased from 55% to 97%. Beyond knowledge improvement, positive behavioral changes were identified, including implementation of device-use rules at home, increased digital discipline, and greater interest among children in more constructive alternative activities. The parenting school proved effective in strengthening digital parenting literacy and reducing device dependency through active family engagement. The program offers opportunities for broader development through continued mentoring and strengthened community networks to ensure impact sustainability.
Revitalisasi Taman Baca Berbasis Partisipasi Masyarakat untuk Meningkatkan Minat Baca Anak Kelurahan Pipitan Kota Serang Herlina Siregar; Fitri Pertiwi
Jurnal Pengabdian Nasional (JPN) Indonesia Vol. 7 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STMIK Indonesia Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63447/jpni.v7i2.1835

Abstract

The declining function of the Pipitan Reading Park as a community literacy center is reflected in low children's attendance, the absence of structured literacy programs, and limited volunteer capacity in managing activities. This community service program aims to revitalize the reading park through the development of a child-friendly reading space, the implementation of creative literacy activities, and the establishment of a community-based volunteer team. The program employed a participatory approach consisting of preparation, implementation, evaluation, and follow-up stages, involving approximately 60 participants from various age groups. Program evaluation was conducted using pre-test and post-test assessments, participatory observation, participant satisfaction questionnaires, and focus group discussions. The results show an improvement in the average score from 2.8–3.0 to 4.42, representing an increase of approximately 47% from the initial condition. Beyond the numbers, the program generated broader social impacts: increased children's reading interest, the formation of an active volunteer team, and the establishment of a regular literacy activity schedule at the reading park. These findings indicate that a participatory approach grounded in local community needs is effective in revitalizing community reading parks and can serve as a practical model for sustainable community literacy development.
Edukasi Seksual Sejak Dini: Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual melalui Penyuluhan di SDN Sempu 2 Kota Serang Fitri Pertiwi; Herlina Siregar
Abdimas Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um050v8i22025p230-236

Abstract

Program pendidikan seksual (sex education) yang dilaksanakan di SD Negeri Sempu 2 Kota Serang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kewaspadaan siswa kelas 6 (usia 11-13 tahun) mengenai kesehatan reproduksi, privasi tubuh, dan pencegahan kejahatan seksual di era digital. Latar belakang program dilatarbelakangi oleh maraknya fenomena perilaku pacaran dini dan indikasi child grooming yang dipengaruhi penggunaan gawai tanpa pengawasan. Metode pelaksanaan program menggunakan pendekatan partisipatif edukatif melalui dua pertemuan, yang meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, dan penggunaan media visual. Evaluasi program dilakukan dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test, serta angket respon peserta. Hasil program menunjukkan peningkatan pemahaman peserta yang signifikan, dengan rata-rata nilai post-test (85,42) meningkat 28,64 poin dari pre-test (56,78). Sebanyak 92% peserta menyatakan lebih memahami konsep tubuh pribadi, batasan privasi, dan langkah-langkah perlindungan diri. Analisis pembahasan mengungkap bahwa keberhasilan program didukung oleh metode pembelajaran yang adaptif, kolaborasi dengan pihak sekolah, serta penciptaan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Kendala yang dihadapi antara lain keterbatasan waktu dan kesulitan mempertahankan fokus peserta, yang memberikan masukan berharga untuk perbaikan program serupa di masa depan. Program ini tidak hanya berhasil meningkatkan literasi kesehatan reproduksi siswa, tetapi juga membentuk perilaku protektif dan keberanian untuk melaporkan tindakan tidak nyaman. Rekomendasi yang diajukan antara lain integrasi materi serupa ke dalam kurikulum sekolah, pelibatan orang tua secara sistematis, dan pengembangan media pembelajaran yang lebih interaktif. Program ini membuktikan bahwa pendidikan seksual yang terstruktur dan sesuai usia dapat menjadi strategi efektif untuk mencegah kekerasan seksual pada anak di lingkungan sekolah dasar.