Keterlambatan bicara (speech delay) merupakan salah satu gangguan perkembangan yang sering dialami anak usia dini. Anak dengan speech delay biasanya mengalami kesulitan dalam mengucapkan kata, menyusun kalimat, dan menanggapi percakapan. Kondisi ini dapat berdampak pada kemampuan sosial dan emosional anak jika tidak ditangani sejak dini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di Panti Asuhan Bhakti Luhur Kediri dengan tujuan membantu meningkatkan kemampuan bicara anak usia tiga tahun yang mengalami keterlambatan bicara melalui terapi wicara berbasis permainan edukatif. Metode yang digunakan berupa pendampingan dan pelatihan dengan aktivitas bermain yang menyenangkan, seperti tebak gambar, menyanyi, bermain peran, dan menyusun cerita sederhana. Kegiatan dilaksanakan selama lima minggu (sepuluh pertemuan) dengan melibatkan pengasuh panti agar terapi dapat berlanjut secara mandiri. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan bicara anak setelah mengikuti terapi. Skor total naik dari 42 menjadi 68 poin dengan rata-rata peningkatan 32,5%. Peningkatan tertinggi terjadi pada aspek kosakata (40%), diikuti kelancaran berbicara (35%), artikulasi (30%), dan respon komunikatif (25%). Anak tampak lebih aktif dan percaya diri berbicara, membuktikan bahwa terapi wicara berbasis permainan edukatif efektif dalam menstimulasi kemampuan bahasa anak dan memperkuat peran pengasuh di panti.
Copyrights © 2026