Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebijakan efisiensi anggaran tahun 2025 yang berdampak pada pengurangan dana organisasi mahasiswa di IAIN Parepare, termasuk HM-PS Manajemen Dakwah, sehingga memengaruhi pelaksanaan program kerja organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola komunikasi birokrasi kampus terkait kebijakan efisiensi anggaran, mengetahui persepsi HM-PS MD terhadap dampak kebijakan tersebut, serta mengkaji pengaruh komunikasi birokrasi terhadap proses penerimaan atau resistensi mahasiswa. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan melibatkan 10 responden yang terdiri atas pengurus dan anggota aktif HM-PS MD. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner skala Likert dan pertanyaan terbuka, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa persentase dan rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi birokrasi kampus dinilai baik dengan rata-rata 76,50% karena komunikasi berlangsung formal, terstruktur, dan informatif. Namun, persepsi mahasiswa terhadap dampak kebijakan tetap negatif dengan rata-rata 73,50% akibat terhambatnya program kerja, penurunan motivasi, serta berkurangnya kualitas kegiatan organisasi. Pengaruh komunikasi terhadap penerimaan atau resistensi memperoleh rata-rata 67,00%, yang menunjukkan bahwa komunikasi yang baik belum mampu mengurangi resistensi mahasiswa terhadap kebijakan efisiensi anggaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi birokrasi yang efektif secara formal belum cukup menciptakan penerimaan apabila mahasiswa tidak dilibatkan secara partisipatif dalam pengambilan keputusan. Kontribusi penelitian ini adalah memperkaya kajian komunikasi organisasi dan komunikasi birokrasi di perguruan tinggi, khususnya terkait hubungan antara efektivitas komunikasi formal dan resistensi mahasiswa terhadap kebijakan institusi.
Copyrights © 2026