Latar Belakang – Air Susu Ibu (ASI) merupakan nutrisi terbaik bagi bayi karena mengandung zat gizi lengkap serta kolostrum yang kaya akan imunoglobulin A (IgA) untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Namun, ibu yang melahirkan secara sectio caesarea sering mengalami hambatan pengeluaran ASI akibat nyeri pasca operasi dan efek obat anestesi yang menghambat hormon oksitosin dan prolaktin. Salah satu metode nonfarmakologis untuk mengatasi masalah ini adalah pijat oksitosin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengeluaran ASI setelah dilakukan pijat oksitosin pada ibu nifas post sectio caesarea di RSIA Harapan Bunda Denpasar. Metode – Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross sectional dan teknik total sampling sebanyak 24 responden. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi dan dianalisis secara univariat. Hasil – Hasil penelitian menunjukkan bahwa 19 responden (79,2%) mengalami pengeluaran ASI dan 5 responden (20,8%) tidak mengalami pengeluaran ASI, 19 responden (79,2%) mengalami pembesaran payudara, sedangkan 5 responden (20,8%) diantaranya tidak mengalami pembesaran payudara. Temuan ini menunjukkan bahwa pijat oksitosin berpotensi membantu keberhasilan pengeluaran ASI pada ibu nifas post sectio caesarea. Simpulan – Hasil ini menunjukkan bahwa pijat oksitosin berpotensi menjadi intervensi nonfarmakologis yang efektif dalam mendukung kelancaran pengeluaran ASI pada ibu pasca operasi sectio caesarea.
Copyrights © 2026