cover
Contact Name
Cahya
Contact Email
janhsi.official@gmail.com
Phone
+6285839200001
Journal Mail Official
support@dilatraglobalpublishing.com
Editorial Address
Jl. Tegal Luwih VII Blok PP No. 61., Kel. Dalung, Kec. Kuta Utara, Kab. Badung, Bali
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
JANHSI: Journal of Advanced Nursing and Health Systems Innovation
ISSN : -     EISSN : 31636985     DOI : -
Core Subject :
The Journal of Advanced Nursing and Health Systems Innovation is an international, peer-reviewed, open-access scholarly journal dedicated to advancing knowledge, theory, and practice in the fields of nursing and health systems. JANHSI serves as a global platform for the dissemination of high-quality original research, systematic reviews, conceptual papers, and innovative practices that contribute to the improvement of healthcare quality, patient outcomes, and health system performance.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Gambaran Karakteristik Ibu Hamil Dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK) di Puskesmas Baturiti I Ni Made Budiartini; Ni Ketut Somoyani; Listina Ade Widya Ningtyas; Asep Arifin Senjaya; Ni Komang Erny Astiti
Journal of Advanced Nursing and Health Systems Innovation Vol. 2 No. 1 (2026): Journal of Advanced Nursing and Health Systems Innovation (JANHSI)
Publisher : PT. Dilatra Global Advisory

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background -- Chronic Energy Deficiency (CED) in pregnant women remains a prevalent nutritional problem and can have serious impacts on both maternal and fetal health, including an increased risk of pregnancy and childbirth complications. Objectives – This study aimed to find out the characteristics of pregnant women with CED in Puskesmas Baturiti I. Methods – The sample was 40 pregnant women with CED at Puskesmas Baturiti I who were determined by total sampling technique. The data collected on March to April 2025. It was collected by questionnaire and conducted by univariate analysis Results – The results showed that pregnant women with CED at Puskesmas Baturiti Baturiti I were mostly in the ideal age range of pregnancy (85%), most had secondary education (40%), the majority of parity was primigravida (65%), half of the respondents had adequate economic status (50%) and the other half were inadequate (50%). Nutritional status before pregnancy was mostly in the good category (62.5%). Conclusion – This study produces new information to increase education related to important indicators of SEZ occurrence that are beneficial for all pregnant women, not only at the research site.
Exploring the History of Pre-Travel Health Consultation Regarding Dengue Fever Management Among Foreign Tourist Patients at Primary Clinic in Bali, Indonesia Ni Komang Ari Wahyuni; Made Ririn Sri Wulandari; Ni Komang Purwaningsih
Journal of Advanced Nursing and Health Systems Innovation Vol. 1 No. 1 (2025): Journal of Advanced Nursing and Health Systems Innovation (JANHSI)
Publisher : PT. Dilatra Global Advisory

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background – Knowledge of dengue fever management is highly beneficial for travelers, including foreign tourists. Tourists with good knowledge of dengue fever are expected to be able to maintain their health during travel. The implementation of a Pre-Travel Health Consultation program is one of the efforts that can be undertaken to improve traveler’s knowledge and to prepare them for safe and healthy travel. Objectives –This study aimed to exploring the history of pre-travel health consultation regarding the dengue fever management among foreign tourist patients at Primary Clinic. Methods – This study employed a cross-sectional design with a sample size of 69 respondents selected through purposive sampling based on inclusion and exclusion criteria. The research instrument used was a questionnaire. Data were analyzed using the univariate analysis to determine the history of pre-travel health consultation regarding the dengue fever management. Results – The results showed that the majority of patients, 42 (60.9%), had previously participated in pre-travel health consultation, and 46 (66.7%) patients had a good level of knowledge regarding dengue fever management. Conclusion – This study is expected to serve as a reference for educational purposes in developing evidence-based nursing, particularly regarding pre-travel health consultation and the level of knowledge of dengue fever management among foreign tourists.
Gambaran Kesiapsiagaan Menghadapi Pandemi Covid-19: Studi Pada Wisatawan Asing Di Bali Indonesia Hari Aji Sasmito; Putu Wira Kusuma Putra; Ni Komang Purwaningsih
Journal of Advanced Nursing and Health Systems Innovation Vol. 1 No. 1 (2025): Journal of Advanced Nursing and Health Systems Innovation (JANHSI)
Publisher : PT. Dilatra Global Advisory

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang – Peningkatan kesiapsiagaan menjadi hal utama untuk dilakukan dalam menangani COVID-19. Kesiapsiagaan yang tidak optimal dapat berdampak pada meningkatnya prevalensi COVID-19 sehingga meningkatkan angka morbiditas dan mortalitas. Tujuan  – Tujuan penelitian ini adalah untuk gambaran kesiapsiagaan dalam menghadapi pandemi COVID-19 pada wisatawan asing di Bali, Indonesia Metode – Penelitian ini menggunakan desain Cross Sectional dengan sampel berjumlah 44 orang yang dipilih melalui teknik Purposive Sampling dengan menggunakan kriteria inklusi dan ekslusi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah berupa lembar kuesioner kesiapsiagaan. Data dianalisis menggunakan uji statistic deskriptif. Hasil – Hasil penelitian mendapatkan sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki (72,7%), memiliki tingkat pendidikan terakhir tingkat universitas (65,9%), Sebagian besar merupakan entrepreneur atau wiraswasta (68,2%), dan sebagian besar berasal dari USA (13,6%). Nilai rerata kesiapsiagaan adalah 34,68 dengan rentang 32 hingga 39. Simpulan – Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sumber atau acuan dalam penyusunan program-program kesehatan yang terkait dengan pelayanan kesehatan guna meningkatkan kesiapsiagaan wisatawan asing terhadap pandemic COVID-19.
Studi Kajian In Vitro Sel Mcf-7: Potensi Bioaktivitas Multitarget Sulforafan Sebagai Fitokimia Terhadap Karsinogenesis Kanker Payudara Subtipe Luminal A Ni Wayan Pradnyadhari Kusumaputri; Ni Putu Wahyu Laksmi Natha Devi; Komang Indra Parama Arta
Journal of Advanced Nursing and Health Systems Innovation Vol. 1 No. 1 (2025): Journal of Advanced Nursing and Health Systems Innovation (JANHSI)
Publisher : PT. Dilatra Global Advisory

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang – Kanker payudara menjadi penyumbang utama angka mortalitas kanker pada wanita. Kanker payudara subtipe luminal A merupakan subtipe yang paling sering ditemukan dibanding subtipe lainnya. Kanker payudara subtipe luminal A berkaitan erat dengan sel lini MCF-7 yang merupakan sel dengan reseptor berupa estrogen, progesteron, dan glukokortikoid. Dalam literature review ini, akan dipaparkan mengenai regulasi jalur persinyalan SFN sebagai penghambat proliferasi sel MCF-7. Tujuan – Studi ini bertujuan untuk mengkaji dan mensintesis bukti ilmiah mengenai peran sulforafan dalam meregulasi jalur persinyalan molekuler sebagai penghambat proliferasi sel kanker payudara subtipe luminal A, khususnya pada sel lini MCF-7, serta mengevaluasi potensinya sebagai kandidat terapi adjuvan kanker payudara. Metode– Penulisan dilakukan dengan metode studi literatur menggunakan referensi yang memiliki korelasi dengan topik bahasan ini. Hasil – Senyawa sulforafan dapat menurunkan tingkat proliferasi sel MCF-7 melalui 3 jalur utama, yaitu cell cycle arrest, cell death (apoptosis), dan stres oksidatif. Simpulan – Tinjauan literatur ini menyajikan sintesis komprehensif mengenai regulasi jalur persinyalan sulforafan sebagai penghambat proliferasi sel MCF-7 pada kanker payudara subtipe luminal A. Temuan ini menegaskan potensi sulforafan sebagai kandidat terapi adjuvan pada kanker payudara subtipe luminal A serta menyoroti pentingnya penelitian lanjutan, khususnya studi translasi dan uji in vivo pada manusia melalui pendekatan kombinasi terapi dan enkapsulasi untuk meningkatkan bioavailabilitas dan efektivitas klinis.
Stimulasi Otak Non-Invasif Pada Penyakit Alzheimer: Tinjauan Komprehensif Efektivitas RTMS, TDCS, Dan TACS Ni Putu Wahyu Laksmi Natha Devi; Ni Wayan Pradnyadhari Kusumaputri; Ni Komang Sri Mahyoniariasih; Ni Made Dwi Canicha Regita Mahaputri; Made Annika Putri Maheswari
Journal of Advanced Nursing and Health Systems Innovation Vol. 1 No. 1 (2025): Journal of Advanced Nursing and Health Systems Innovation (JANHSI)
Publisher : PT. Dilatra Global Advisory

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Penurunan fungsi kognitif pada penyakit Alzheimer masih menjadi tantangan klinis karena keterbatasan efektivitas terapi yang tersedia saat ini. Stimulasi otak non-invasif (Non-Invasive Brain Stimulation/NIBS) berkembang sebagai pendekatan terapeutik inovatif yang berpotensi meningkatkan fungsi kognitif melalui modulasi aktivitas neuronal dan neuroplastisitas. Tujuan – Intervensi yang tersedia saat ini menunjukkan efektivitas yang terbatas dalam membalikkan penurunan kognitif. Stimulasi otak non-invasif telah muncul sebagai strategi terapeutik yang menjanjikan untuk peningkatan fungsi kognitif. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mensintesis bukti mengenai efektivitas repetitive transcranial magnetic stimulation (rTMS), transcranial direct current stimulation (tDCS), dan transcranial alternating current stimulation (tACS) dalam meningkatkan fungsi kognitif pada pasien Alzheimer. Metode –Tinjauan naratif ini dilakukan menggunakan basis data PubMed, Google Scholar, Scopus, Embase, dan ClinicalTrial.gov pada periode 2015–2025. Dari 95 artikel yang ditelaah, sebanyak 47 artikel dipilih sebagai referensi. Hasil – Modalitas NIBS bekerja melalui modulasi aktivitas neuronal, peningkatan neuroplastisitas, serta perbaikan konektivitas dalam jaringan kognitif. rTMS menunjukkan perbaikan kognitif yang konsisten, terutama stimulasi frekuensi tinggi (≥10 Hz) pada korteks prefrontal dorsolateral yang terbukti meningkatkan fungsi kognitif. tDCS efektif dalam meningkatkan kognisi global dan memori, khususnya dengan stimulasi anodal pada area temporal. tACS dengan frekuensi gamma (40 Hz) meningkatkan sinkronisasi osilasi neuronal dan fungsi memori. Analisis meta menunjukkan adanya peningkatan kognitif yang signifikan setelah intervensi, dengan potensi pencegahan penurunan kognitif jangka panjang melalui penggunaan berulang. Namun, efektivitasnya bervariasi akibat heterogenitas protokol, perbedaan durasi terapi, serta keterbatasan uji klinis skala besar dengan tindak lanjut jangka panjang. Simpulan – Seluruh terapi modalitas menunjukkan profil keamanan yang baik dengan efek samping minimal, sehingga aman untuk aplikasi terapeutik berulang. NIBS memiliki prospek klinis yang menjanjikan sebagai terapi adjuvan dalam penatalaksanaan penyakit Alzheimer. Penelitian selanjutnya perlu difokuskan pada standardisasi parameter stimulasi serta integrasi multimodal dengan pelatihan kognitif dan terapi farmakologis guna mencapai efek terapeutik yang optimal dalam perawatan Alzheimer yang bersifat personalisasi.
Analisa Multilevel Determinan Ekstrinsik Kasus Ispa Pada Balita di Indonesia: Literatur Review I Gusti Ayu Dwi Pradnya Agustina
Journal of Advanced Nursing and Health Systems Innovation Vol. 2 No. 1 (2026): Journal of Advanced Nursing and Health Systems Innovation (JANHSI)
Publisher : PT. Dilatra Global Advisory

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang – Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan dan merupakan salah satu penyebab utama kesakitan serta kematian pada balita di Indonesia. Balita merupakan kelompok rentan karena sistem imun yang belum optimal dan tingginya paparan terhadap lingkungan rumah yang tidak sehat. Faktor ekstrinsik, khususnya kondisi fisik dan perilaku penghuni rumah, berperan penting dalam meningkatkan risiko terjadinya ISPA. Pendekatan analisis multilevel diperlukan untuk memahami determinan lingkungan rumah yang berkontribusi terhadap kejadian ISPA secara komprehensif. Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan ekstrinsik kejadian ISPA pada balita di Indonesia berdasarkan pendekatan analisis multilevel melalui kajian pustaka. Metode – Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review dengan mengacu pada pedoman PRISMA. Pencarian artikel dilakukan melalui database Google Scholar dengan melibatkan artikel publikasi tahun 2011–2021. Dari 181 artikel yang teridentifikasi, sebanyak 10 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara sistematis. Hasil – Hasil kajian menunjukkan bahwa faktor ekstrinsik yang berhubungan signifikan dengan kejadian ISPA pada balita meliputi ventilasi rumah yang tidak memadai, pencahayaan alami yang buruk, kepadatan hunian yang tinggi, paparan asap rokok dari anggota keluarga, kelembaban udara yang tinggi, kondisi kebersihan rumah yang tidak optimal, serta tipe lantai rumah yang tidak memenuhi standar kesehatan. Kesimpulan – Lingkungan rumah berperan penting terhadap kejadian ISPA pada balita. Upaya pencegahan ISPA perlu difokuskan pada perbaikan kondisi fisik rumah dan penguatan perilaku hidup bersih dan sehat melalui intervensi keperawatan dan sistem kesehatan di tingkat keluarga dan komunitas.
Laughing Yoga for Hypertensive Elderly in Balinese Village, Indonesia Ni Luh Gede Linda Ariasih; I Wayan Artana; Putu Wira Kusuma Putra
Journal of Advanced Nursing and Health Systems Innovation Vol. 2 No. 1 (2026): Journal of Advanced Nursing and Health Systems Innovation (JANHSI)
Publisher : PT. Dilatra Global Advisory

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background – The aging process in elderly leads to the alleviation of cardiovascular function, which contributes to the hypertension. Hypertension in the elderly poses a risk of serious complications if not properly managed. In addition to pharmacological therapy, non-pharmacological approaches such as laughter yoga have increasingly been implemented as complementary therapy. However, elderly participation in laughter yoga therapy is influenced by various factors that need to be explored in depth to understand their reasons and motivations for engaging in the therapy. Objective – This study aims to explore the reasons why elderly individuals with hypertension participate in laughter yoga therapy. Methods – This study employed a qualitative approach using a phenomenological method. 16 participants were involved, included elderly individuals with hypertension who participated in laughter yoga, family members, and village administrators. Data were collected through in-depth interviews and document analysis, such as identity cards and family registration cards. Data were analysed using the Miles and Huberman model, which includes data collection, data reduction, data display, and conclusion drawing. Data saturation was achieved at the tenth elderly participant, when no new themes emerged, and was confirmed with additional interviews. Trustworthiness was ensured through member checking, reflexive journaling, and source triangulation. Results – The reasons elderly individuals with hypertension participated in laughter yoga were categorized into internal and external factors. Internal factors included physical pain or discomfort, emotional condition, and the need for social interaction. External factors included motivation from the yoga instructor and support from family members. Conclusion – This study illustrates that laughter yoga is not only perceived as a physical therapy but also as a means of fulfilling the emotional and social needs of the elderly. These findings may serve as a basis for developing promotive and preventive programs to increase the participation of elderly individuals with hypertension in non-pharmacological therapies.
Gambaran Pengeluaran Asi Setelah Pijat Oksitosin Pada Ibu Nifas Post Sectio Caesarea Fitri Novita Natalia Sianturi; Ni Komang Yuni Rahyani; Ni Wayan Suarniti; Ni Made Dwi Purnamayanti; I Nyoman Wirata
Journal of Advanced Nursing and Health Systems Innovation Vol. 2 No. 1 (2026): Journal of Advanced Nursing and Health Systems Innovation (JANHSI)
Publisher : PT. Dilatra Global Advisory

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang – Air Susu Ibu (ASI) merupakan nutrisi terbaik bagi bayi karena mengandung zat gizi lengkap serta kolostrum yang kaya akan imunoglobulin A (IgA) untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Namun, ibu yang melahirkan secara sectio caesarea sering mengalami hambatan pengeluaran ASI akibat nyeri pasca operasi dan efek obat anestesi yang menghambat hormon oksitosin dan prolaktin. Salah satu metode nonfarmakologis untuk mengatasi masalah ini adalah pijat oksitosin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengeluaran ASI setelah dilakukan pijat oksitosin pada ibu nifas post sectio caesarea di RSIA Harapan Bunda Denpasar. Metode – Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross sectional dan teknik total sampling sebanyak 24 responden. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi dan dianalisis secara univariat. Hasil – Hasil penelitian menunjukkan bahwa 19 responden (79,2%) mengalami pengeluaran ASI dan 5 responden (20,8%) tidak mengalami pengeluaran ASI, 19 responden (79,2%) mengalami pembesaran payudara, sedangkan 5 responden (20,8%) diantaranya tidak mengalami pembesaran payudara. Temuan ini menunjukkan bahwa pijat oksitosin berpotensi membantu keberhasilan pengeluaran ASI pada ibu nifas post sectio caesarea. Simpulan – Hasil ini menunjukkan bahwa pijat oksitosin berpotensi menjadi intervensi nonfarmakologis yang efektif dalam mendukung kelancaran pengeluaran ASI pada ibu pasca operasi sectio caesarea.
Perbedaan Mual Muntah Pada Ibu Hamil Trimester I Sebelum dan Setelah Diberikan Inhalasi Aromaterapi Lemon Ni Ketut Sri Handayani; Ni Luh Putu Sri Erawati; Ni Gusti Kompiang Sriasih; I Nyoman Wirata; Ni Made Dwi Purnamayanti
Journal of Advanced Nursing and Health Systems Innovation Vol. 2 No. 1 (2026): Journal of Advanced Nursing and Health Systems Innovation (JANHSI)
Publisher : PT. Dilatra Global Advisory

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang – Mual dan muntah adalah gejala umum pada ibu hamil trimester pertama yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Pengobatan farmakologis perlu diberikan dengan pertimbangan khusus pada masa kehamilan, sehingga diperlukan alternatif terapi yang lebih komplementer. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan mual dan muntah sebelum dan setelah diberikan inhalasi aromaterapi lemon pada 20 ibu hamil trimester I. Metode – Metode yang digunakan adalah pre-eksperimental one group pretest-posttest. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 20 orang dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian dilakukan pada bulan April hingga Mei 2025 dan intervensi dalam penelitian dilakukan dengan teknik inhalasi jarak 3 cm dari hitung selama 5 menit yang dilakukan selama 4 hari. Data diukur menggunakan instrumen PUQE-24 sebelum dan sesudah intervensi dan data kemudian dianalisis menggunakan analisis bivariat wilcoxon signed rank test. Hasil – Hasil menunjukkan penurunan signifikan tingkat mual, dari rata-rata 7,65 (kategori sedang–berat) menjadi 3,65 (kategori ringan). Hasil uji wilcoxon Signed Rank Test menghasilkan nilai p = 0,000 yang menunjukkan adanya pengaruh aromaterapi lemon setelah intervensi inhalasi aromaterapi lemon pada ibu hamil trimester I. Simpulan – Penelitian ini membuktikan penggunaan aromaterapi lemon sebagai terapi non-farmakologis adalah metode yang efektif untuk mengurangi mual dan muntah pada ibu hamil serta merekomendasikan penerapan metode ini dalam praktik kebidanan. Hasil penelitian ini dapat berkontribusi dalam pengembangan praktik keperawatan maternitas berbasis evidence-based practice serta mendukung optimalisasi intervensi komplementer di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama.
Optimizing Hospital Management System Through The Kanban Method: A Review of Current Evidences I Ketut Dian Lanang Triana; Ni Putu Emy Darma Yanti; Vip Paramarta; Putu Dyah Candra Agustina
Journal of Advanced Nursing and Health Systems Innovation Vol. 1 No. 1 (2025): Journal of Advanced Nursing and Health Systems Innovation (JANHSI)
Publisher : PT. Dilatra Global Advisory

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background – Hospitals, as essential providers of healthcare services, face significant challenges in managing diverse inventories, including pharmaceuticals, medical equipment, and daily operational supplies. Inefficient inventory management often leads to increased costs and resource wastage, underscoring the need for systematic approaches to enhance efficiency. Objectives – This study aimed to review the literature on the application of the Kanban method in hospital inventory management and to evaluate its potential benefits in cost reduction and waste minimization. Methods – A literature review was conducted using a replicable protocol to identify relevant peer-reviewed articles indexed in Google Scholar. The search was restricted to publications in English and Indonesian from January 2020 to January 2025. Boolean search strategies were employed with keywords including Kanban Method, hospital inventory management, cost reduction, and efficiency. Eligible articles were thematically analyzed to synthesize the findings. Results – The review highlights that the Kanban method, originally developed for manufacturing industries, can be effectively adapted to hospital settings. Its implementation demonstrates potential to optimize resource utilization, reduce operational costs, and alleviate waste production. However, challenges remain, particularly cultural resistance among healthcare staff and the need for systematic planning and organizational commitment to ensure successful adoption. Conclusion – The Kanban method offers a viable and effective approach for improving hospital inventory management. This findings offer practical insights for hospital administrators and policymakers seeking cost-effective and sustainable inventory management strategies, while also identifying gaps for future empirical research.

Page 1 of 1 | Total Record : 10