Perpindahan agama merupakan peristiwa yang acap kali terjadi dan sering menjadi sorotan besar di mata publik. Selain faktor-faktor eksternal, ada pula faktor internal yang juga dapat memunculkan konflik bagi individu misalnya hati yang kadang masih merasa bimbang dan ragu. Berbagai kemungkinan konflik inilah yang menjadikan perpindahan agama dilakukan kebanyakan oleh orang- orang yang berusia dewasa. Perubahan yang dialami pada masa ini terjadi secara kodrat dan para ahli menyebutkan sebagai masa transisi (peralihan).. Kematangan beragama merupakan suatu kemampuan seseorang untuk mengenali atau memahami agama yang terletak pada nilai-nilai luhurnya, serta menjadikan nilai-nilai tersebut dalam bersikap dan bertingkah laku. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apa indikator/syarat-syarat mencari pasangan hidup dalam agama Hindu dan bagaimana upaya untuk mencegah generasi muda Hindu Jawa pindah agama di Kecamatan Labuhan Ratu Kabupaten Lampung Timur. Penelitian tentang Faktor-faktor penyebab pindah agama generasi muda Hindu Jawa di Kecamatan Labuhan Ratu Kabupaten Lampung Timur adalah penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang menggunakan data deskriptif berupa bahasa tertulis atau lisan dari orang dan pelaku yang dapat diamati. Pendekatan kualitatif ini dilakukan untuk menjelaskan dan menganalisis fenomena individu atau kelompok, peristiwa, dinamika sosial, sikap, keyakinan, dan persepsi. Terdapat 8 (delapan) parameter yang perlu dijadikan pedoman untuk mencari pasangan (Vivāha Samskāra).” Perkawinan sempurna akan diperoleh bila pasangan suami-istri memiliki nilai 36 (tentu berasal dari agama yang sama). Adapun Upaya untuk mencegah Generasi Muda Hindu Jawa pindah agama di Kecamatan Labuhan Ratu Kabupaten Lampung Timur adalah dengan penguatan pendidikan agama Hindu sejak dini. revitalisasi peran lembaga keagamaan dan adat di tengah tantangan modernisasi, globalisasi, serta dominasi agama mayoritas, eksistensi identitas keagamaan Hindu sering kali mengalami tekanan. Untuk itu, peran lembaga keagamaan dan adat Hindu perlu terus diperkuat dan direvitalisasi. Menjadikan pura sebagai pusat kegiatan spiritual dan sosial yang menarik minat generasi muda, tidak hanya tempat upacara. Pendidikan kepemimpinan dan kegiatan yang mengembangkan potensi diri sangat penting bagi generasi muda, terutama dalam konteks agama Hindu Jawa. Mengingat tantangan modernisasi dan budaya global yang terus berkembang, generasi muda Hindu Jawa perlu diberdayakan agar tetap menjaga identitas dan nilai-nilai luhur ajaran agama Hindu dalam kehidupan mereka. Di era digital saat ini, media sosial dan teknologi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan generasi muda. Dunia maya menjadi ruang baru untuk berinteraksi, belajar, dan membentuk pandangan hidup. Hal ini tentu menjadi tantangan sekaligus peluang bagi umat Hindu, khususnya dalam upaya menguatkan pemahaman dan pengamalan ajaran agama di kalangan generasi muda. Pendekatan keluarga dan komunitas memegang peranan penting sebagai lingkungan pertama dan utama dalam proses pembentukan karakter dan spiritualitas anak.
Copyrights © 2025