cover
Contact Name
I Nyoman Santiawan
Contact Email
inyomansantiawan99@gmail.com
Phone
+6281229463400
Journal Mail Official
inyomansantiawan99@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Puri Cinta Residence 1, Jl. Padat Karya, Gg. Fabil
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung
ISSN : 20865864     EISSN : 31638457     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Pendidikan Agama diterbitkan dua kali dalam satu tahun, yaitu bulan Maret dan September. Sebagai Perguruan Tinggi Swasta, STAH Lampung ikut melaksanakan pembangunan dibidang pendidikan, sehingga mempunyai peran dan tanggung jawab yang besar dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia Hindu. Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan salah satunya dengan menerbitkan Jurnal dengan nama; Jurnal Pendidikan Agama. Jurnal Pendidikan Agama terbit kali ini memuat hasil-hasil penelitian di bidang Pendidikan Agama Hindu, Hukum Hindu dan Kebudayaan.
Arjuna Subject : -
Articles 65 Documents
MAKNA TEO-EKOLOGIS DAN IMPLEMENTASIPELAKSANAAN UPACARA TUMPEK WARIGA DALAM UPAYA PELESTARIAN ALAM (STUDI DI DESA CAHYOU RANDU KECAMATAN PAGAR DEWA KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT) I Nyoman Tri Bayu Tanaya; Nyoman Sadra
Jurnal Pendidikan Agama Vol. 13 No. 1 (2022): JPA : Jurnal Pendidikan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna Teo-Ekologis pelaksanaan Upacara Tumpek Wariga dalam upaya Pelestarian Lingkungan Hidup serta Implementasi Pelaksanaan Upacara Tumpek Wariga dalam upaya Pelestarian Lingkungan Hidup di Desa Cahyou Randu Kecamatan Pager Dewa Kabupaten Tulang Bawang Barat.Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan tipe studi kasus yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran hasil penelitian yang mendalam, sebagai informasi yang disampaikan tampak bagaimana adanya. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dan observasi yang mendalam terhadap responden. Teknik analaisis data mengunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesipulan. Berdasarkan hasil peneltian dapat disimpulkan bahwa makna teo-ekologis pelaksanaan Upacara Tumpek Wariga dalam upaya Pelestarian Lingkungan Hidup di Desa Cahyou Randu ditunjukan sebagai bentuk ungkapan moral manusia dalam bersyukur kepada Hyang Widhi yang memberikan bumi atau perthiwi sebagai tempat memperoleh sumber kemakmuran dan kehidupan. Etika lingkungan merupakan suatu kesadaran etis terhadap lingkungan. Manusia perlu melakukan hubungan dengan alam melalui pendekatan humanisme dan religus. Hal ini bisa dilakukan dengan upacara keagamaan yang bersifat ekologis salah satunya upacara tumpek wariga. Upacara ini merupakan bentuk hormat terhadap tumbuhan sebagi komponen utama alam. Implementasi Pelaksanaan Upacara Tumpek Wariga dalam Upaya Pelestarian Lingkungan Hidup di Desa Cahyou Randu Kecamatan Pagar Dewa Kabupaten Tulang Bawang Barat yang jatuh pada hari Saniscara Kliwon Wuku Wariga atau 210 hari sekali.Tumpek Wariga juga disebut Tumpek Bubuh, Tumpek Uduh, Tumpek Pengatag atau Tumpek Pengarah. Pelaksanaan upacara Tumpek Wariga adalah merupakan hari peringatan turunnya kekuatan manifestasi Sang Hyang Widhi dalam SwabhawaNya sebagai Sang Hyang Sangkara ke dunia untuk menganugrahkan kesuburan serta kemakmuran alam semesta beserta isinya, khususnya bagi Umat Hindu.
PERSEPSI TRI HITA KARANA MENURUT UMAT HINDU DI DUSUN SIDORUKUN PEKON KOTAAGUNG KECAMATAN KOTAAGUNG KABUPATEN TANGGAMUS I Made Sutharjana; Lasiyanto
Jurnal Pendidikan Agama Vol. 13 No. 1 (2022): JPA : Jurnal Pendidikan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi da penerapan ajaran Tri Hita Karana masyarakat umat Hindu Dusun sidorukun Pekon Kotaagung Kecamatan Kotaagung Kabupaten Tanggamus dalam kehidupan. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan tipe studi kasus yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran hasil penelitian yang mendalam, sebagai informasi yang disampaikan tampak bagaimana adanya. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dan observasi yang mendalam terhadap responden. Teknik analaisis data mengunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesipulan. Berdasarkan hsil penelitian dapat disimpulkan bahawa; 1) Masyarakat umat Hindu Dusun Sidorukun Pekon Kotaagung kecamatan Kotaagung Kabupaten Tanggamus secara umum mengetahui Tri Hita Karana adalah merupakan ajaran agama Hindu, 2) Masyarakat umat Hindu Dusun Sidorukun Pekon Kotaagung Kecamatan Kotaagung Kabupaten Tanggamus secara umum dapat menyebutkan bagian-bagian dari Tri Hita Karana, 3) Masyarakat umat Hindu Dusun Sidorukun Pekon Kotaagung Kecamatan Kotaagung Kabupaten Tanggamus yang mayoritas Hindu jawa sebagian besar memahami arti makna Tri Hita Karana, 4) Masyarakat umat Hindu Dusun Sidorukun Pekon Kotaagung Kecamatan Kotaagung Kabupaten Tanggamus pada umumnya mengerti arti bagian dari Tri Hita Karana yaitu mengenai Parahyangan, 5) Masyarakat umat Hindu Dusun Sidorukun Pekon Kotaagung Kecamatan Kotaagug Kabupaten Tanggamus mengetahui bahwa puja Tri Sandya merupakan bagian dari pelaksanaan Parahyangan, 6) Kegiatan lainya sebagai wujud implementasi dari Prahyangan yaitu sembahyang kliwonan,pesantian,belajar kidung,belajar, 7) membaca Bhagavadgita dan kegiatan keagamaan lainya rutin dilakukan oleh umat Hindu di Dusun Sidorukun, 8) Wujud bhakti juga dilakukan oleh umat Hindu Dusun Sidorukun melalui kegiatan belajar membuat banten ala Bali, sehingga nampak kalborasi antara Hindu Jawa dan Hindu Bali.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP BENTUK DAN FUNGSI PATUNG GAŅEŚA DI PEKARANGAN RUMAH Ni Gusti Ayu Made Afrianti; Made Aridana
Jurnal Pendidikan Agama Vol. 13 No. 1 (2022): JPA : Jurnal Pendidikan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap Penempatan patung De a Gaņeśa di kalangan umat Hindu Bali yang seolah-olah menjadi sebuah t en ba u Ada yang menempatkan patung De a Gaņeśa di pintu masuk umah dengan maksud sebagai penghalang kekuatan negatif memasuki areal rumah yang dapat mempengaruhi penghuni rumah. Pemasangan dan pemajangan da i patung Gaņeśa ini seolah-olah menjadi trend di masyarakat Hindu Bali di Lampung dalam beberapa tahun belakangan ini, termasuk juga di desa Rama Dewa Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah. Metode yang digunakan dalam Penelitian ini adalah metode survei pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentas. Rumusan masalah dalam Penelitian ini adalah: Bagaimanakah persepsi masyarakat terhadap bentuk dan fungsi patung Gaņeśa di halaman umah? Manfaat penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan refrensi dan menambah pemahaman terkait fungsi patung Gaņeśa dihalaman umahHasil penelitian ini dapat disa ikan sebagai be ikut : penempatan patung De a Gaņeśa dihalaman umah dika enakan keyakianan masya akat te hadap De a Gaņeśa sebagai de a pelindung da i ma a bahaya, dan be fungsi sebagai aling-aling, pelindung pekarangan serta penolak bala, bentuk kesenian atau keindahan untuk mempercantik halaman rumah. Kesimpulkan hasil penelitian, adalah bahwa Patung Dewa Gaṇeśa yang ditempatkan dihalaman umah di desa Rama De a, Kecamatan Seputih Raman Kabupaten Lampung Tengah, difungsikan sebagai patung religi dan patung dekorasi. Kepada umat yang akan menempatkan patung Dewa Gaṇeśa dihalaman umah, hendaknya memahami bentuk dan fungsi da i patung De a Gaņeśa Te sebut
PERAN PARISADA DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI ETIKA POLITIK HINDU STUDI DI KABUPATEN TULANG BAWANG Wayan Sukarlinawati; Wayan Putu Umbare
Jurnal Pendidikan Agama Vol. 13 No. 1 (2022): JPA : Jurnal Pendidikan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondidi politik Agar berjalannya roda pemerintahan daerah yang baik, baik untuk tingkat provinsi, kabupaten, dan kota, maka orang yang duduk di kursi pemerintahan harus orang-orang yang berkompeten untuk menjalankan roda pemerintahan, karena tidak setiap orang mampu menjalankan roda pemerintahan dengan baik. Partisipasi politik adalah kegiatan masyarakat, dimana masyarakat berperan serta secara aktif dalam pemilihan pemerintah, yang secara langsung maupun tidak langsung dapat mempengaruhi kebijakan publik (public policy). Umat Hindu diharapkan untuk dapat berpartisipasi dalam politik praktis dengan mengedepankan kesadaran politik dan etika politik yang santun berlandaskan kitab Suci Weda. Persoalan pokok yang dijadikan rumusan masalah yaitupertama, Bagaimanakah kondisi politik Umat Hindu di Kabupaten Tulang Bawang? Dan kedua Bagaimana Parisada Kabupaten Tulang Bawang Menanamkan Nilai-Nilai Etika Politik Hindu pada Umat Hindu? Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif, yaitu jenis penelitian yang mengkaji dan yang dapat menggambarkan realita sosial yang kompleks dan konkrit. Parisada Kabupaten Tulang Bawang telah melakukan upaya pembelajaran politik dengan menanamkan nilai-nilai etika politik berdasarkan pada ajaran sastra Hindu yang terdapat pada Kitab Suci atau sumber sastra lainnya berupa Lontar Pati Raja Gundala. Maksud penanaman nilai etika politik Hindu ini adalah agar umat Hindu dapat menilai dan menyikapi segala bentuk dinamika politik yang terjadi baik pada sistem politiknya, perilaku politikus atau pun kegiatan-kegiatan lainnya yang berindikasi pada perilaku politik yang ada. Parisada Kabupaten Tulang Bawang telah memberikan pembelajaran etika politik melalui pertemuan dan koordinasi, yang hal ini dibenarkan oleh para tokoh pendidik, tokoh masyarakat, dan tokoh agama yang ada di Kabupaten Tulang Bawang. Hal ini ditunjukkan pula oleh keberhasilan dua tokoh politik muda dari masyarakat Bali yang lolos Pemilihan Legislatif 2019 lalu yaitu yaitu I Ketut Saspiyanto dari Dapil IV (Gedong Meneng), dan Ketut Kasub Indrajaya Dapil II (BanjarAgung, Banjar Margo dan Banjar Baru)
MENINGKATKAN MINAT BELAJAR ANAK DI PASRAMAN MELALUI SENI TARI DAN PERAN ORANG TUA Ni Made Indrayani; Ni Made Resiana Dewi
Jurnal Pendidikan Agama Vol. 13 No. 1 (2022): JPA : Jurnal Pendidikan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasraman merupakan lembaga pendidikan agama khususnya agama Hindu. Berdirinya pasraman di Dusun Yogaloka Desa Sumur Kecamatan Ketapang Lampung Selatan sudah berlangsung selama kurang lebih 3 tahun, didirikannya pasraman di Dusun Yogaloka Desa Sumur pada tahun 2015, karena antusias anak-anak sangat tinggi untuk mengikuti pasraman. Pada tahun 2021 pasraman di Dusun Yogaloka Desa Sumur Kecamatan Ketapang Lampung Selatan kegiatan belajar mengajar tidak aktif atau fakum, tidak ada lagi anak-anak berpasraman dan dukungan orang tua terhadap anak-anakpun tidak terlihat karena anak-anak pasraman sekarang lebih banyak menghabiskan waktunya dengan bermain HP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah seni tari dapat meningkatkan minat belajar di pasraman di Dusun Yogaloka Desa Sumur Kecamatan Ketapang Lampung Selatan dan untuk mengetahui bagaimanakah peran orang tua dalam meningkatkan minat belajar anak di pasraman di Dusun Yogaloka Desa Sumur Kecamatan Ketapang Lampung Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang sebagian besar berbentuk keterangan dari hasil waancara, informasi dalam bentuk tulisan dan catatan lapangan dianalisis deskriptif kualitatif non statistik. Berdasarkan hasil penelitian bahwa minat belajar anak mengikuti pasraman meningkat setelah melakukan proses belajar mengajar di pasraman melalui seni tari, respon anak-anak yang mengikuti proses belajar mengajar melalui seni tari ini sangat baik, mereka bisa mengeksplor bakatnya dan minat belajar anak terus meningkat. Orang tua merupakan orang yang paling berperan dalam mendidik anak-anaknya dan sangat berpengaruh dalam meningkatkan minat anak untuk berpasraman, peran orang tua antara lain sebagai fasilitator, motivator, pembimbing serta pendidik.
FUNGSI DAN MAKNA KESENIAN BALEGANJURPADA UPACARA PIODALAN DI PURA PUSEHDUSUN CAKAT RAYA KAMPUNG MENGGALA KECAMATAN MENGGALA TIMUR KABUPATEN TULANG BAWANG Teguh Samiadi; I Made Sudarta
Jurnal Pendidikan Agama Vol. 13 No. 1 (2022): JPA : Jurnal Pendidikan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesenian Baleganjur di Kampung Menggala dapat dibilang eksis karena banyaknya masyarakat Bali yang beragama Hindu dan Kesenian Baleganjur merupakan bagian penting dalam upacara keagamaan dan adat masyarakat.Kesenian Baleganjur sering dipentaskan pada saat upacara piodalan Pura Puseh Kampung Menggala. Pementasan kesenian Baleganjur ini sangat ditunggu-tunggu oleh umat Hindu yang mengikuti prosesi odalan Pura Puseh. Persoalan pokok yang diteliti yaitu: Apa fungsi kesenian Baleganjur pada upacara piodalan di Pura Puseh Dusun Cakat Raya Kampung Menggala Kecamatan Menggala Timur Kabupaten Tulang Bawang? Dan apa makna kesenian Baleganjur pada upacara piodalan di Pura Puseh Dusun Cakat Raya Kampung Menggala Kecamatan Menggala Timur Kabupaten Tulang Bawang? Adapun jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif, yaitu jenis penelitian yang mengkaji dan yang dapat menggambarkan realita sosial yang kompleks dan konkrit. Fungsi kesenian Baleganjur pada Upacara Piodalan di Pura Puseh Dusun Cakat Raya Kampung Menggala Kecamatan Menggala Timur memiliki dua fungsi pokok yaitu a. Fungsi Baleganjur sebagai fungsi Keagamaan/Pemujaan Kesenian tabuh Baleganjur pada odalan Pure Puseh merupakan kebutuhan yang harus ada untuk ditampilkan. Jadi fungsi Baleganjur pada odalan Pura Puseh Banjar Wira Dharma adalah untuk fungsi pemujaan atau keagamaan. Dipercaya bahwa datangnya roh leluhur, oleh masyarakat diyakini bahwa leluhur merestui apa yang menjadi harapan masyarakat dalam prosesi yang mereka lakukan. b. Fungsi Baleganjur sebagai Non Keagamaan/Kesenian Tradisional Kini setelah odalan dipentaskan kembali kesenian Baleganjur di wantilan Jabe Tengah Pura Puseh. Fungsi kali ini adalah sebagai hiburan untuk warga setelah pelaksanaan odalan Pura Puseh selesai. Dari beberapa wawancara yang penulis lakukan maka diketahui bahwa terdapat beberapa makna tentang kesenian Baleganjur pada saat upacara piodalan khususnya di Pura Puseh Dusun Cakat Raya Kampung Menggala Kecamatan Menggala Timur. Makna kesenian Baleganjur tersebut adalah sebagai berikut : a. Makna Spiritual b. Makna Kerukunan d. Makna Estetika e. Makna Budaya. f. Makna Edukasi
Persepsi Masyarakat Di Kecamatan Seputih Mataram Kabupaten Lampung Tengah Terhadap Aktivitas Keagamaan Alumni STAH Lampung I Made Sutharjana; Budi Asmoro
Jurnal Pendidikan Agama Vol. 13 No. 2 (2022): JPA : Jurnal Pendidikan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alumni STAH Lampung selain disiapkan menjadi seorang guru/pendidik juga memiliki peran yang besar dimasyarakat yaitu sebagai katalisator,kontributordan again of change. Dari ke tiga peran tersebut masyarakat memiliki harapan yangbesar kepada alumni STAH Lampung untuk dapat memajukan umat dalam bidang keagamaan. Namun tidak semua alumni aktif dalam kegiatan keagamaan seperti yang terjadi di Kecamatan Seputih Mataram, hal ini juga ditambah dengan beberapa keluhan tokoh masyarakat.Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimanakah persepsi masyarakat di Kecamatan Seputih Mataram Kabupaten Lampung Tengah terhadap alumni STAH Lampung dan aktivitas keagamaannya dan (2) Apakah aktivitas keagamaan alumni STAH Lampung berkorelasi dengan persepsi masyarakat di Kecamatan Seputih Mataram Kabupaten Lampung Tengah.Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik disproportionate stratified rondom samplingdengan mengunakan rumus slovin. Teknik pengumpulan data menggunakanangket/kuesioner. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan analisis korelasi product moment.Kesimpulan dalam penelitian ini persepsi masyarakat di Kecamatan Seputih Mataram terhadap alumni STAHLampung dengan skor rata-rata 2,89 dan aktivitas keagamaan alumni STAH Lampung memiliki skor rata-rata 1,73. Aktivitas keagamaan alumni STAH Lampung berkorelasi positif sedang dan sangat nyata dengan persepsi masyarakat di Kecamatan Seputih Mataram.
Implementasi Nilai-Nilai Agama Hindu Dalam Keluarga Untuk Mewujudkan Budi Pekerti Pemuda Di Desa Balinuraga Suyono
Jurnal Pendidikan Agama Vol. 13 No. 2 (2022): JPA : Jurnal Pendidikan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehidupan spiritual mulai dirasakan kurang diimplementasikandi Desa Balinuragaterutama dalam lingkungan keluarga, akibatnya adalah moral dan etika masyarakat khususnya generasi muda Hindu saat ini semakin mendangkal.Dalam Ajaran Agama Hindu terdapat nilai-nilai agama yang sangat mendalam bagi kehidupan manusia. Dengan nilai agama tersebut, manusia mampu hidup dan melaksanakan swadharmanya sebagai orang yang beragama Hindu sehingga dapat mencapai tujuan akhir yaitu Moksartam Jagadhita Ya Caiti Dharma. Permasalahannya sekarang bagaimanakah implementasi nilai-nilai Agama Hindu dalam keluarga dan budi pekerti pemuda di Desa Balinuraga, Kecamatan Way Panji, Kabupaten Lampung Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metodekualitatif dengan tipe penelitian adalah penelitian deskriptifselain itu juga disertai data dari hasil kuesioner. Hasil penelitian yang diperolehmenyatakan bahwa umat Hindu di Desa Balinuraga belum mengimplementasikan nilai-nilai agama dengan baik dalam keluarganya dan generasi mudanya mencerminkan budi pekerti yang kurang baik. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, saran yang dapat diberikan untuk umat Hindu khususnya di Desa Balinuraga lebih menerapkan nilai-nilai agama dalam keluarganya sehingga generasi mudanya mencerminkan generasi muda yang memiliki budi pekerti yang luhur.
Implikasi Pendidikan Agama Hindu Dan Budi Pekerti Terhadap Kesiapan Guru Agama Hindu Dalam Pelaksanaan Kurikulum 2013 Kadek Oka Ramantari; Ni Gusti Ayu Made Afranti
Jurnal Pendidikan Agama Vol. 13 No. 2 (2022): JPA : Jurnal Pendidikan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum 2013 yang diterapkan secara serentak di seluruh Indonesia termasuk di Kota Bandar Lampung pada tahun pelajaran 2014/2015 sesuai dengan kebijakan pemerintah belum dapat dilaksanakan dengan baik oleh para guru, termasuk guru Agama Hindu. Hal ini dinyatakan oleh para guru Agama Hindu, siswa Hindu, dan kepala sekolah di Kota Bandar Lampung. Kondisi tersebut menurut para guru Agama Hindu terjadi karena kurangnya persiapan dari pihak pemerintah sebelum melaksanakan kurikulum 2013, baik dari segi sarana dan prasarana maupun Sumber Daya Manusia (SDM) dalam hal ini adalah para guru yang belum menerima sosialisasi sebelum menerapkan kurikulum 2013.
Persepsi MasyarakatDesa Restu Rahayu Kecamatan Raman Utara Kabupaten Lampung TimurterhadapNgabenTanpa Petulangan Ni Wayan Seruni
Jurnal Pendidikan Agama Vol. 13 No. 2 (2022): JPA : Jurnal Pendidikan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menegetahui persepsi masyarakat mengenai Ngabentanpa Petulanganyang dilaksanakan oleh masyarakat di Desa Restu Rahayu Kecamatan Raman Utara Kabupaten Lampung Timur. Penelitiana ini menggunakan pendekatan kualitatif. Populasi penelitian adalah seluruh penduduk yang beragama Hindu di Desa Restu Rahayu Kecamatan Raman Utara Kabupaten Lampung Timur yang berjumlah 1599 jiwa. Sampel penelitian adalah 30 kepala keluarga dan 7 orang narasumber untuk diwawancarai diambil menggunakan teknik proposive sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah pedoman wawancara, kuisioner, dan dokumentasi. Berdasarkan analisis hasil wawancara dan kuisioner secara deskriftif diperoleh kesimpulan. Persepsi masyarakat mengenai Ngabentanpa Petulangan,masyarakat menyatakan setuju dengan adanya pelaksanaan upacara Ngabentanpa Petulangan.Terlihat dari hasil rata-rata presentase 55.83 % -82.49 % masyarakat menyetujui dengan adanya pelaksanaan upacara NgabentanpaPetulanganuntuk menghemat biaya dan waktu dijaman modern ini. Masyarakat juga menyetujui dengan adanya partisipasi dan aturan yang mengatur di dalam adat untuk meningkatkan rasa kegotong royongan dan disiplin diri bagi masyarakat.