Jurnal Pendidikan Agama
Vol. 16 No. 2 (2025): JPA : Jurnal Pendidikan Agama

Pelinggih Kemulan Pada Masyarakat Hindu Di Seputih Raman Kabupaten Lampung Tengah

Wayan Sukarlinawati (Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung)



Article Info

Publish Date
08 Sep 2025

Abstract

Pelinggih Kemulan merupakan tempat pemujaan Sanghyang Tri Atma (Paratma, Atma, dan Siwatma), Sanghyang Tri Murti, Bhatara Guru, Sanghyang Guru Reka dan roh leluhur yang telah disucikan atau Sanghyang Pitara. Pelinggih Kamulan merupakan simbol kebesaran dan kemahakuasaan Ida Sang Hyang Widhi sebagai sarana pemujaan mengaplikasikan Sraddha dan Bhakti masyarakat Hindu secara keseluruhan. Rumusan Masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Apakah makna dan fungsi Pelinggih Kemulan pada masyarakat Hindu di Seputih Raman Kabupaten Lampung Tengah?, (2) Bagaimanakah bentuk Pelinggih Kemulan pada masyarakat Hindu di Seputih Raman Kabupaten Lampung Tengah?, (3) Bagaimanakah implikasi Pelinggih Kemulan pada masyarakat Hindu di Seputih Raman Kabupaten Lampung Tengah?. Penelitian ini dilaksanakan di Seputih Raman Lampung Tengah. Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) Teori Religi, (2) Teori Simbol, (3) Teori Fungsional. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Makna filosofi Pelinggih Kamulan berkaitan dengan hakikat dasar yang menjadi landasan dalam pembangunan Pelinggih Kemulan yaitu gagasan Mpu Kuturan yang telah meminit Pelinggih Kemulan Rong Tiga merupakan manifestasi Ida Sanghyang Widhi dalam konsep Brahma sebagai pencipta dengan lamak warna merah, Wisnu sebagai pemelihara dengan lamak warna hitam dan Iswara sebagai pemralina dengan lamak warna putih yang dinamakan Sanghyang Tri Murti, Pelinggih Kemulan berfungsi sebagai tempat pemujaan sekaligus sthana dari Ida Sang Hyang Widhi yang bergelar sebagi Tri Murti, Tri Purusa dan Triatma dan juga Bhatara Hyang Guru yaitu roh suci para leluhur yang telah mencapai Dewa Pitara, (2) Bentuk-bentuk Pelinggih Kemulan yang ada pada masyarakat Hindu di Seputih Raman secara umum berupa bangunan rong tiga saka dua, ada rong tiga saka nem, rong tiga turus lumbung, dan ada berupa rong kalih. Bentuk-bentuk tersebut sangat erat kaitannya dengan keyakinan (sraddha) dari umat Hindu sebagai media pemujaan terhadap Manifestasi Ida Sang Hyang Widhi maupun Hyang Dewa Pitara/Leluhur, (3) Implikasi Pelinggih Kemulan pada masyarakat Hindu di Seputih Raman sebagai media transpormasi ajaran agama Hindu, dan sebagai media untuk komunikasi dengan Tuhan (Leluhur).

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

JPA

Publisher

Subject

Description

Jurnal Pendidikan Agama diterbitkan dua kali dalam satu tahun, yaitu bulan Maret dan September. Sebagai Perguruan Tinggi Swasta, STAH Lampung ikut melaksanakan pembangunan dibidang pendidikan, sehingga mempunyai peran dan tanggung jawab yang besar dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia Hindu. Dalam ...