Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan masih menghadapi kesenjangan antara kompetensi yang diperoleh di sekolah dan kebutuhan dunia usaha serta dunia industri. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi penyelarasan kurikulum berbasis kemitraan industri, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta merumuskan model yang dapat meningkatkan relevansi kompetensi dan employability skills lulusan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal instrumental di SMK Muhammadiyah 1 Muntilan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 12 informan, observasi, studi dokumentasi, dan focus group discussion. Analisis data mengikuti tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan, sedangkan keabsahan data dijaga melalui triangulasi, member checking, dan peer debriefing. Hasil penelitian menunjukkan lima tahap penyelarasan yang saling berkaitan, yaitu analisis kebutuhan industri, sinkronisasi kurikulum, pembelajaran berbasis industri, penguatan employability skills, serta evaluasi dan umpan balik. Kemitraan dengan PT Gits Solution mendukung peningkatan komunikasi profesional, kerja sama tim, pemecahan masalah, etika kerja, adaptabilitas, dan serapan lulusan sesuai bidang dari 62% menjadi 78%. Model yang dihasilkan bersifat siklus, iteratif, kontekstual, dan dapat pula direplikasi secara berkelanjutan oleh SMK lain dengan penyesuaian terhadap karakteristik program keahlian dan mitra industri setempat masing-masing.
Copyrights © 2026