Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Development of a website-based blended learning model to optimize vocational skills learning at MAN Alor Hadi Abdul Aziz Kammis; Budi Santosa; Edhy Susatya; Heru Raharjo
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 14 No 1 (2026): Article in Press
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/wd.v14i1.22987

Abstract

Limited classroom availability at Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Alor requires the vocational skills program to be conducted in two shifts, reducing instructional time from 45 minutes to 25 minutes per lesson hour. This condition calls for a flexible learning model so that theoretical reinforcement, practical demonstrations, assignments, and evaluation do not rely solely on face-to-face meetings. This study aimed to analyze the existing vocational skills learning model, develop a subject-based website-supported blended learning model, and examine the feasibility of the developed model. The study employed a research and development method using the ADDIE model, consisting of analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. The research subjects included vocational skills teachers, students, media experts, material experts, and learning practitioners. Data were collected through observation, interviews, documentation, expert validation, practitioner validation, and student response questionnaires. The data were analyzed using qualitative and quantitative descriptive techniques with feasibility percentages. The findings showed that the subject-based website-supported blended learning model was categorized as highly feasible, with media expert validation at 89%, material expert validation at 91%, practitioner validation at 88.5%, and student responses at 88.4%. These findings indicate that the developed model is feasible as an alternative strategy for expanding learning access and supporting vocational skills learning in madrasahs with limited educational facilities.
Model Penyelarasan Kurikulum Berbasis Kemitraan Industri untuk Meningkatkan Relevansi Kompetensi dan Employability Skills Lulusan SMK Rina Pujiati; Bakrun Dahlan; Heru Raharjo
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2026): July : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i3.1556

Abstract

Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan masih menghadapi kesenjangan antara kompetensi yang diperoleh di sekolah dan kebutuhan dunia usaha serta dunia industri. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi penyelarasan kurikulum berbasis kemitraan industri, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta merumuskan model yang dapat meningkatkan relevansi kompetensi dan employability skills lulusan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal instrumental di SMK Muhammadiyah 1 Muntilan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 12 informan, observasi, studi dokumentasi, dan focus group discussion. Analisis data mengikuti tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan, sedangkan keabsahan data dijaga melalui triangulasi, member checking, dan peer debriefing. Hasil penelitian menunjukkan lima tahap penyelarasan yang saling berkaitan, yaitu analisis kebutuhan industri, sinkronisasi kurikulum, pembelajaran berbasis industri, penguatan employability skills, serta evaluasi dan umpan balik. Kemitraan dengan PT Gits Solution mendukung peningkatan komunikasi profesional, kerja sama tim, pemecahan masalah, etika kerja, adaptabilitas, dan serapan lulusan sesuai bidang dari 62% menjadi 78%. Model yang dihasilkan bersifat siklus, iteratif, kontekstual, dan dapat pula direplikasi secara berkelanjutan oleh SMK lain dengan penyesuaian terhadap karakteristik program keahlian dan mitra industri setempat masing-masing.
Implementasi Teaching Factory untuk Peningkatan Kompetensi Murid Program Keahlian Farmasi SMK Muhammadiyah Mlonggo Yusrina Ilmi; M. Bakhrun Dahlan; Heru Raharjo
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 4 (2026): October : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i4.1568

Abstract

Kesenjangan antara kompetensi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan tuntutan dunia kerja masih menjadi persoalan mendasar dalam pendidikan vokasi di Indonesia, termasuk pada Program Keahlian Farmasi yang menuntut ketelitian tinggi dan kepatuhan terhadap prosedur baku kefarmasian. Teaching Factory (TEFA) dikembangkan sebagai model pembelajaran berbasis produksi/jasa nyata untuk menjembatani kesenjangan tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses implementasi TEFA serta pengaruhnya terhadap peningkatan kompetensi murid Program Keahlian Farmasi di SMK Muhammadiyah Mlonggo. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan Desain Embedded Konkuren, memadukan data kuantitatif (uji kompetensi pre-test–post-test) dan data kualitatif (observasi, wawancara, dan studi dokumentasi) dalam satu tahap pengumpulan data. Subjek penelitian meliputi murid kelas XI dan XII Program Keahlian Farmasi yang telah mengikuti siklus pembelajaran TEFA, guru produktif, serta pengelola unit produksi. Data kuantitatif dianalisis menggunakan uji N-Gain dan uji-t berpasangan, sedangkan data kualitatif dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan skor kompetensi pada seluruh aspek yang diukur — perencanaan order, peracikan obat, penerapan K3 farmasi, pelayanan kefarmasian, dan dokumentasi — dengan kategori N-Gain bergerak dari sedang menuju tinggi seiring bertambahnya siklus pembelajaran, disertai tingkat kepuasan murid yang tergolong tinggi. Temuan kualitatif mengindikasikan bahwa keberhasilan TEFA ditopang oleh kesesuaian Standar Operasional Prosedur (SOP) sekolah dengan standar apotek/industri, keterlibatan mitra Dunia Usaha/Dunia Industri (DUDI), dan kompetensi instruktur berpengalaman industri. Penelitian ini berkontribusi pada penguatan kerangka evaluasi TEFA berbasis kompetensi spesifik bidang farmasi, yang selama ini masih didominasi kajian pada bidang teknik, pariwisata, dan bisnis-manajemen.